Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Tak Ada Efek Jera, Pergerakan Warga Libur Imlek Tinggi, Lonjakan Kasus Covid-19 Bakal Terjadi Lagi

Mobilitas pergerakan warga Jabodetabek masih tinggi saat libur Imlek 12 Februari 2021. siap-siap kasus covid-19 naik lagi.

Editor: Wahyu Aji
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA  
ILUSTRASI Sejumlah kedaraan memadati gerbang Tol Cikarang Utama menuju Cikampek, Jawa Barat, pada arus mudik libur Natal 2017, Sabtu (23/12/2017) dini hari. Ribuan Kendaraan terjebak atrean pajang di gerbang tol Cikarag Utama hingga ke arah Cikampek karena tingginya volume kendaraan dan diperparah dengan proyek pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha  

Gubernur Anies Baswedan mengingatkan, jika masyarakat tidak memiliki kepentingan mendesak maka sebaiknya untuk tetap berada di dalam rumah.

"Manfaatkan libur ini bersama keluarga, mengurangi kegiatan berpergian, kecuali ada kebutuhan mendasar dan mendesak," kata Anies usai Rakor dengan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya di Polda Metro Jaya, Rabu (10/2/2021).

Perayaan Tahun Baru Imlek ini jatuh pada Jumat 12 Februari 2021, yang diikuti libur akhir pekan.

Anies mengatakan, potensi peningkatan penularan Covid-19 di Ibu Kota kerap terjadi setiap setelah libur panjang.

Baca juga: Libur Panjang Imlek, PNS Dilarang Keluar Kota untuk Cegah Kenaikan Kasus Covid-19

Terlebih kata mantan Mendikbud RI itu, penyebaran virus Covid-19 dapat sangat cepat terjadi jika seluruh anggota keluarga berada dalam kendaraan.

"Dia (pasien positif) punya potensi menularkan kepada anggota keluarga lain yang bersama-sama di dalam perjalanan itu," ucapnya.

Baca juga: Libur Panjang Imlek 2021, Jumlah Pengunjung TMII Alami Penurunan

Hal tersebut yang menurut Anies menjadi penyebab utama setiap kali setelah libur panjang di Jakarta selalu ada lonjakan kasus positif Covid-19.

Anies Baswedan berharap jika masyarakat dapat menerapkan imbauan tersebut, maka tidak akan ada lagi tambahan angka kasus aktif yang signifikan.

Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro.

PPKM berskala mikro ini diterapkan Pemprov untuk mengawasi dan mengontrol kegiatan masyarakat dalam lingkup lokal, baik keluarga, komplek perumahan, RT dan RW.

Untuk menekan laju penyebaran Covid-19 pada PPKM berskala mikro ini Pemprov bersama TNI dan Polri juga telah membentuk program Kampung Tangguh.

Ihwal dari program ini adalah untuk memfasilitasi masyarakat yang terpapar Covid-19 agar bisa mendapatkan pelayanan medis secara cepat.

"Bila pasien dalam proses menunggu (hasil swab), karena diperlukan waktu satu hari, pada saat itu berpotensi adanya penularan, maka difasilitasi supaya tidak keluar," ucap Anies. (Tribunnews/Vincentius Jyestha/Hari/Danang)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved