Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Bayi 7 Bulan Arkana Nadhif Belum Dikenali, Identifikasi 4 Korban Sriwijaya Air Masih Berjalan

Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih berupaya mengidentifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang belum dikenali.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Proses penyerahan temuan 36 kantong body part dan satu kantung serpihan pesawat dari Basarnas ke tim DVI dan KNKT pada Kamis (14/1/2021). Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih berupaya mengidentifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang belum dikenali. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih berupaya mengidentifikasi korban Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang belum dikenali.

Komandan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kombes Hery Wijatmoko mengatakan hingga kini ada empat dari 62 korban yang belum dikenali.

"Identifikasi lewat pemeriksaan DNA masih berjalan," kata Hery saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (14/2/2021).

Keempat korban Sriwijaya Air SJ-182 yang belum dikenali yakni Arkana Nadhif Wahyudi (7 bulan), Razanah (57), Dania (2), dan Panca Widia Nursanti (46).

Mereka termasuk empat dari 62 korban yang dilaporkan hilang dalam kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 pada Sabtu (9/2/2021) di perairan Kepulauan Seribu.

Komandan DVI Kombes Hery Wijatmoko (baju hitam) saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (17/1/2021).
Komandan DVI Kombes Hery Wijatmoko (baju hitam) saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (17/1/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Identifikasi korban kini bertumpu pada pencocokan data DNA antemortem (sebelum kematian) dengan postmortem (setelah kematian).

Hery menuturkan proses pencocokan data sampel DNA antemortem dan postmortem yang dilakukan satu per satu ini melibatkan para ahli.

Baca juga: Sedang Bersihkan Sampah, Petugas UPK Badan Air Temukan Mayat Laki-laki Bertato di Anak Kali Ciliwung

Baca juga: Personel Damkar Jakarta Timur Evakuasi Sarang Tawon Ndas Berdiameter 100 Sentimeter di Ciracas

Baca juga: Deretan Foto-foto Efek Dahsyatnya Gempa Fukushima Jepang, Tak Ada WNI yang Menjadi Korban

"DNA expert (ahli) dari Pusdokkes Polri dan ada beberapa laborant/analis dari UI (Universitas Indonesia). Untuk team ekspert rekonsiliasi setidaknya (terdiri dari) 5 ahli," ujarnya.

Di antaranya ahli kedokteran Forensik, odontologi (gigi) forensik, DNA, fingerprint dan ahli lain terkait yang dipimpin Kepala Tim Rekonsiliasi DVI.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved