Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pemilik Kedai Kopi di Rawamangun Lawan Petugas Saat Razia Protokol Kesehatan

Aparat gabungan tiga pilar Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur mendapat perlawanan saat melakukan razia protokol kesehatan pada Sabtu (13/2) malam.

Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Kapolsek Pulogadung, Beddy Suwendi saat ditemui di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (20/1/2021). Aparat gabungan tiga pilar Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur mendapat perlawanan saat melakukan razia protokol kesehatan pada Sabtu (13/2) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Aparat gabungan tiga pilar Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur mendapat perlawanan saat melakukan razia protokol kesehatan pada Sabtu (13/2) malam.

Kapolsek Pulogadung Kompol Beddy Suwendi mengatakan pihaknya sempat terlibat adu mulut dengan satu pemilik kedai kopi di kawasan Rawamangun.

"Ada beberapa orang yang tadi sempat sedikit beradu argumen, mereka tidak terima dengan kegiatan (razia protokol kesehatan) kita," kata Beddy saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Minggu (14/2/2021).

Alasannya pemilik kedai kopi berdalih mematuhi pembatasan jam operasional yang diatur pemerintah dalam PPKM Mikro, yakni hingga pukul 21.00 WIB.

Padahal aparat gabungan mendapat laporan dari warga bahwa kedai kopi masih beroperasi hingga melebihi pukul 21.00 WIB sebagaimana ketentuan.

Baru saat mendengar sirine mobil aparat yang hendak menuju kedai kopi pengelola mematikan listrik sehingga tampak sudah tidak melayani pengunjung.

"Kita melaksanakan patroli mulai pukul 22.00 WIB, pukul 23.00 WIB itu kita masih mendapati ada beberapa tempat usaha yang masih buka. Mereka juga tidak memakai masker dan menjaga jarak," ujarnya.

Baca juga: Polisi Tak Temukan Tanda Penganiayaan Pada Tubuh Mayat Pria yang Ditemukan di Anak Kali Ciliwung

Baca juga: Singgung Umi Kalsum Tanggapi Mahar, Terselip Ucapan Ayu Ting Ting Masih Sayang ke Adit Jayusman

Baru setelah diberi penjelasan oleh aparat gabungan pemilik kedai kopi dan tempat usaha lainnya mengakui kesalahan mereka dan mematuhi aturan.

Sementara untuk pengunjung yang kedapatan nongkrong menerima teguran dan sanksi yang diberikan petugas gabungan saat razia digelar.

"Untuk pengunjung ada sejumlah dari mereka yang kita lakukan pemeriksaan rapid test antibodi langsung di lokasi. Setelah diperiksa mereka kita minta pulang," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved