Breaking News:

Kronologi Janda Muda Tewas Tanpa Busana di Kamar Homestay Denpasar, Rumah Korban Didatangi Gagak

Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan janda muda di homestay Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

ISTIMEWA
Janda muda Dwi Farica Lestari (kiri) dan pembunuhnya Wahyu Dwi Setyawan (kanan). 

KRONOLOGI Sebelumnya saat Penemuan Jenazah Dwi Farica Lestari (24) hingga Kesaksian rekan korban

Dianty (22), rekan korban mengatakan, sebelum kejadian ia sempat mendengar suara gaduh dari kamar korban sekitar pukul 01.20 Wita.

Kata Dianty, Dwi Farica Lestari sempat makan di kamarnya dan beberapa kali keluar masuk kamar. Kemudian, sambung Dianty, sekitar pukul 01.40 Wita, ia pun tertidur.

Namun, beberapa saat ia mendengar suara teriakan dan berisik suara kaki dari kamar Dwi Farica Lestari. Karena khawatir, ia pun kemudian menghubungi korban melalui pesan singkat WhatsApp. Tak hanya itu, Dianty pun menelepon namun tidak juga diangkat.

"Setelah saya chat dia, tapi ngak ada bales. Beberapa kali saya telepon juga gak diangkat sama dia," ujar Dianty, Sabtu, dikutip dari TribunBali.com.

Masih dikatakan Dianty, karena penasaran, ia pun kemudian meminta tolong petugas jaga homestay Apris Misak (25) untuk mengetuk kamar korban.

Saat mengetuk pintu kamar Dwi Farica Lestari, tidak ada jawaban. Kemudian, penjaga homestay mengecek kamar korban dengan mengintip lewat belakang dan masuk melalui kamar nomor tiga dan betapa terkejutnya Apris Misal melihat korban sudah tewas tanpa busana dengan berlumuran darah.

"Saat dilihat kondisi korban sudah penuh darah dan posisi telungkup," ujarnya.

Penemuan mayat tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.

Polisi yang mendapat laporan itu langsung datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, polisi memeriksa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian.

Hasilnya, dari rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengenakan jaket merah menaiki tangga.

Pria tersebut memakai helm warna hijau, bercelana pendek warna biru sambil membawa handphone.

Selain rekaman CCTV, dari hasil olah TKP, polisi juga menemukan pisau lipat di kamar korban.

Diduga kuat, pisau tersebut digunakan terduga pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

"Olah TKP sudah dilakukan. Memang ditemukan korban dalam kondisi meninggal. Ditemukan juga darah di seputaran TKP," kata  Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya dikutip dari TribunBali.com.

Kata Danujaya, korban diduga korban pembunuhan. Sebab, di tubuhnya ditemukan dengan penuh luka.

"Kita menduga memang terjadi dugaan pembunuhan," kata Dewa ditemui di Polsek Denpasar Selatan (Densel), Sabtu sore.

Usai kejadian itu, polisi telah memeriksa lima orang saksi dan menggelar olah TKP.

"Kita masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi mudah-mudahan segera terungkap," ujarnya.

Namun, dari informasi yang beredar diduga Dwi Farica Lestari (23) diduga menerima orderan kencan melalui aplikasi MiChat.

"Diduga korban ada buka orderan kencan di MiChat karena foto-foto korban tanpa busana dengan pose-pose seksi di kolam renang," ungkap seorang petugas yang tidak mau disebutkan identitasnya tersebut.

Sosok Dwi Farica Lestari 

Dwi Farica Lestari warga Dusun Karanganyar, RT 18 Desa Kebon Danas, Subang ternyata seorang janda muda beranak satu.

Korban Dwi Farica Lestari diketahui memiliki satu anak yang masih balita.

"Dia itu pernah nikah dulu sih pas awal keluar sekolah, dan punya anak satu, sekarang juga ada anaknya," kata Ketua RT 18 Desa Kebon Danas, Erin yang juga merupakan tetangga sekaligus saudara korban seperti dilansir tribunjabar.id

Selain itu, Erin juga memaparkan, jika korban merupakan sosok yang baik.

"Dia baik, sikapnya juga disenangi banyak orang, dia kan ramah orangnya, yang saya tahu dia tak pernah punya masalah dengan orang lain," tutur Erin.

Burung Gagak Kelilingi Rumah Korban

Ada kejadian mistis sebelum keluarga Dwi Farica Lestari mendapat kabar kematian.

Malam sebelum kabar tersebut sampai ke keluarga korban, seekor burung gagak terbang memutari rumah korban.

Hal tersebut dijelaskan Ketua RT 18 Desa Kebon Danas Erin, dikatakannya sebelum pagi hari kabar pembunuhan tersebut sampai kepada pihak keluarga.

Sabtu malam Erin bersama warga lain tengah melakukan ronda keliling di wilayah RT 18.

Namun Erin dikejutkan dengan adanya burung gagak yang terus mengitari rumah korban.

"Malam tadi kan saya masih ronda bersama warga lain juga, kita ngopi diwarung dekat rumah korban kebetulan itu masih bibi nya korban, tapi kok aneh ada suara burung gagak nyaring dan terus mengitarj disekitaran kami," papar Erin ketika diwawancara Tribun di kediaman korban, Sabtu (16/1/2021).

Masih diterangkan Erin, warung tempat ia ngopi, rumah korban dan rumahnya berada dalam jarak berdekatan,

"Bisa dilihat sendiri ini masih satu blok di warung sama rumah korban, yang itu rumah saya hanya berjarak satu gang dan burung gagak itu muter terus di sekitar sini," pungkasnya.

Awalnya Erin bersama warga yang ikut ronda tak menaruh curiga perihal adanya burung gagak tersebut.

"Siapa yang percaya kabar burung, tapi memang semalam saya sendiri merasa aneh, padahal saya sudah pulang tapi masih terdengar, jadi merinding juga kan," kata Erin menyambung ucapannya terkait kabar burung.

"Bisa jadi kalau disimpulkan pas burung gagak tengah malam itu terbang korban sedang dalam kondisi menjemput ajal," sambungnya lagi.

Erin menjelaskan meski adanya keanehan perihal burung tersebut ia tidak berpikir negatif.

"Meski kita tau mitos kalau ada suara burung gagak atau apapun yang aneh dimalam hari kita tetap tidak percaya namun rasa ganjil pasti ada, tapi urusan ajal mah tetap kuasa Tuhan lah yah."

Erin menjelaskan pihak keluarga termasuk dirinya meminta agar pihak berwenang bisa segera mengungkap tersangka pembunuhan Dwi Farica Lestari.

"Tentu pihak keluarga termasuk saya meminta agar pelaku ditemukan dan dapat hukuman setimpal." tutup Eri.

Editor: Suharno
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved