Breaking News:

Pilkada DKI, Arief Poyuono: Risma Belum Masuk Hitungan, Ahok Selesai, Hanya Gibran Saingi Anies

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menanggapi survei Median mengenai Pilkada DKI Jakarta. Apa analisanya soal Pilkada DKI.

Kompas.com/YouTube.com via Tribunnews.com
Aksi Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan temui Tunawisma dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datangi RS Fatmawati. Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menanggapi survei Median mengenai Pilkada DKI Jakarta. 

Sementara itu, Risma memperoleh 36 suara dari total 400 responden yang dipilih secara acak.

Artinya, perolehan suara kedua sosok itu hanya terpaut sembilan persen.

Sedangkan, sebanyak 19 persen responden lainnya tidak memilih keduanya atau undecided voters.

"Risma dapat suara 36 persen," kata Ade dalam konferensi pers virtual.

Ade menjelaskan, Risma diadu dengan Anies lantaran nama politisi PDIP itu belakangan digadang-gadang bakal mengisi kursi Gubernur DKI Jakarta.

Namanya makin santer setelah Risma ditunjuk Presiden Joko Widodo mengisi posisi Menteri Sosial sepeninggal Juliari Batubara yang tersandung kasus korupsi bansos Covid-19.

Risma pun dianggap melakukan manuver politik setelah dirinya kerep blusukan ke sejumlah wilayah kumuh di ibu kota.

"Pemilihan Risma untuk head to head dengan Anies berdasarkan isu yang berkembang," tuturnya.

Dari hasil jajak pendapat, mayoritas responden memilih Anies lantaran mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dianggap memiliki kinerja bagus, religius, membawa perubahan, melanjutkan program, cerdas, ramah, dan mengurangi banjir.

"Lalu Anies juga dianggap banyak melakukan perubahan, tata kota menarik, menang banyak penghargaan, dan alasan lainnya, kata Ade.

Sementara itu, responden lainnya memilih Risma lantaran dinilai memiliki kinerja bagus, rajin blusukan, cepat tanggap, tegas, dan peduli atau dermawan.

"Pemilih juga merasa satu suku, partai PDIP, perempuan cerdas, berpengalaman, dan berwibawa," ucapnya.

Baim Wong dan Raffi Ahmad

Raffi Ahmad dan Baim Wong menangis di acara Okay Bos Trans7 yang dipandu oleh Raffi Ahmad edisi Minggu, (4/8/2019).
Raffi Ahmad dan Baim Wong menangis di acara Okay Bos Trans7 yang dipandu oleh Raffi Ahmad edisi Minggu, (4/8/2019). (Kolase TribunnewsWiki - Tangakapan layar Chanel YouTube Trans7 Official)

Artis Raffi Ahmad belakangan kembali menjadi sorotan setelah dijagokan PKB maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Namun, hasil survei Median menunjukan bahwa tidak ada nama Raffi Ahmad yang muncul saat responden ditanya sosok yang tepat sebagai Gubernur DKI.

Bahkan, suami dari Nagita Slavina ini masih kalah tenar dibandingkan artis Baim Wong.

"Baim Wong mendapatkan suara 0,5 persen," ucap Direktur Median Ade Irfan Abdurrahman, Senin (15/2/2021).

Ade menjelaskan, nama Baim Wong muncul dari hasil survei saat responden ditanya calon Gubernur DKI tanpa ada nama yang diajukan.

Perolehan suara Baim Wong ini sama dengan beberapa tokoh politik tenar lainnya, seperti Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, hingga politisi PAN Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

Sedangkan, nama Raffi Ahmad justru muncul di antara 11 kandidat calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang muncul dalam survei Median.

"Raffi Ahmad mendapatkan satu persen suara," ujarnya dalam konferensi pers virtual.

Baca juga: 200 Korban Covid-19 di Jakarta Pusat Belum Terima Santunan Rp 15 Juta dari Pemerintah Pusat

Baca juga: Keliling 6 Pusat Perbelanjaan, Polwan Polrestro Jakarta Utara Imbau Warga Laksanakan Prokes Covid-19

Baca juga: TERBARU Simak Daftar Harga iPhone Februari 2021: iPhone SE hingga iPhone 12 Pro Max

Perolehan suara Raffi Ahmad untuk posisi wakil gubernur ini sama seperti Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Bahkan, peroleh suara Raffi Ahmad ini jauh lebih tinggi dibandingkan sosok Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan mantan vokalis Nidji sekaligus politisi PSI Giring Ganesha yang hanya mendapat 0,5 persen suara.

Adapun survei ini melibatkan 400 responden yang memiliki hak suara dalam Pilkada DKI mendatang.

Sampel dipilih secara acak dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi dan gender, serta dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Lalu, margin of error kurang lebih berada di angka 4,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (TribunJakarta)

Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved