Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Cerita Martono, Penarik Becak di Pondok Gede: Bertahan Meski Pendapatan Kotor Rp 40 Ribu Sehari

Bertahan di tengah pandemi Covid-19 sebagai penarik becak bukanlah persoalan mudah. Martono (57) misalnya sudah 10 tahun jadi penarik becak

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Tono, penarik becak di Jalan Raya Hankam, Pondok Gede, Kota Bekasi, Selasa (16/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Bertahan di tengah pandemi Covid-19 sebagai penarik becak bukanlah persoalan mudah.

Selain tahan banting, mental pun perlu dipersiapkan lantaran pemasukan yang kian merosot seiring perkembangan zaman.

Lalu, pandemi pun kian membuat pemasukan penarik becak tak menentu.

Walau begitu, nyatanya sejumlah orang masih tetap bertahan.

Satu diantaranya seperti para penarik becak yang di sekitaran Jalan Raya Hankam, Pondok Gede, Kota Bekasi.

Meski bisa dihitung dengan jari, para penarik becak tetap setia menunggu pengguna jasanya di bahu jalan.

Martono (57) misalnya. Bapak tiga anak yang akrab disapa Tono ini sudah 10 tahun lebih menjadi penarik becak.

Mulanya ia menarik becak di kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Namun, karena ajakan rekannya, ia menjajal aspal pinggiran Ibukota untuk mengadu nasib.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved