Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Kabar Baik Bagi Warga Tangsel, Tidak Ada RT Zona Merah Covid-19 Selama PPKM Mikro

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tangsel, Tulus Muladiyono, mengungkapkan, tidak ada RT zona merah selama 9-15 Februari 2021.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, usai meninjau Kampung Tangguh di RT 4 RW 12, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Tangsel, Senin (15/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Zonasi tingkat paparan Covid-19 skala Rukun Tetangga (RT) menjadi data utama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Wali Kota Tangerang Selatan ( Tangsel), Airin Rachmi Diany, mengatakan, sebanyak 2.900 lebih RT di Tangsel sudah digolongkan ke dalam warna hijau, kuning, oranye dan merah.

Warna tersebut menandakan jumlah rumah yang terdapat orang terpapar Covid-19.

"Karena kalau satu sampai lima berarti kuning, tapi lima sampai sembilan oranye, di atas 10 merah," jelas Airin

Airin mengatakan, pada H-1 sebelum PPKM Mikro diberlakukan, tepatnya tanggal 8 Februari 2021, tidak ada RT yang masuk dalam zona merah

"Nah ini kita akan lihat lagi perkembangannnya per sampai tanggal 8 (Februari) kemarin tidak ada yang merah. Tapi antara dari tanggal 9 sampai ke tanggal 15 itu satu minggu nanti sore kita akan evaluasi, apakah ada yang zona kuning, hijau, orange berapa dan apakah ada yang masuk ke zona merah," papar Airin.

Baca juga: Ayu Ting Ting Dekati Brondong Usai Batal Nikah, Igun Beri Sindiran: Pasti Langsung Jadwalin Nikah!

Baca juga: Kabar Bahagia, Penumpang KAI Bisa Gunakan Layanan Tes GeNose di Stasiun Pasar Senen dan Gambir 

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tangsel, Tulus Muladiyono, mengungkapkan, tidak ada RT zona merah selama 9-15 Februari 2021.

"Sebarannya untuk zona-zona ini, yang merah sih enggak ada. Karena kan jumlah rumah bukan jumlah penderita."

"Hanya zona kuning dan oranye, iya dari 2.900an RT," kata Tulus saat dikonfirmasi Selasa (16/2/2021).

Tulus mengatakan, pemetaan berdasarkan jumlah rumah yang terdapat pasien Covid-19 di Tangsel sukar menembus zona merah.

Pasalnya, jumlah rumah di setiap RT di Tangsel terhitung sedikit, berbeda dengan di daerah lain.

Baca juga: Vivo Jadi Urutan Pertama Merek Smartphone Posisi Nomor 1 di Pasar Ponsel Indonesia, Akhir Tahun 2020

"Sekarang gini untuk daerah lain mungkin bisa, karena jumlah satu RT bisa banyak, karena di Tangsel 60 rumah jadi satu RT. Kalau kita kunci di tingkat RW mungkn bisa," pungkas Tulus. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved