Niat Hanya Kumpul Keluarga, Kegiatan Wali Kota Bekasi Disatroni Camat Cisarua

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku, kegiatannya di Villa Kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor awalnya hanya sekedar kumpul keluarga.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan mengenai pembubaran acara ulang tahunnya di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku, kegiatannya di Villa Kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor awalnya hanya sekedar kumpul keluarga.

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan, pada Rabu (3/12/2021), memang bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

Di hari spesial itu, Pepen ingin mengumpulkan keluarga intinya di villa pribadi yang beralamat di Kampung Baru Sireum, RT 03 RW 06, Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

"Tidak ada niat sedikitpun melaksanakan hari ulang tahun, cuma ingin bersama anak-anak kumpul keluarga," kata Pepen, Selasa (16/2/2021).

Niat kumpul keluarga itu lanjut dia, hanya sebatas merefleksi hari lahir. Di mana, usianya sudah menginjak 57 tahuh.

"Saya ngobrol sama anak-anak nih umur ayah nih sudah 57 tahun, bicara proses perjalanannya kan mau obrolin itu sama mereka, mereka kan sudah besar-besar," ucapnya.

Namun disela acara intim bersama keluarga itu, rupanya Pepen kedatangan tamu tak diundang. Mereka merupakan pejabat teras di Pemerintahan Kota Bekasi.

"Terus kalau ada yang datang, nah ini yang dianggap jadi persoalan, sebenarnya saya menghindari sama hal kaya gitu (udang orang)," ucapnya.

Tetapi lanjut dia, kedatangan tamu tak diundang itu di luar sepengetahuannya. Mereka hadir atas dasar keinginan pribadi.

"Ya memang bapak selalu menghindar kalau ada acara ulangtahun gitu, tapi kan mungkim staf sama pimpinan mungkin ada rasa bagaimana gitu kan kita tidak tahu hati mereka," tegasnya.

Jumlah tamu tak diundang yang hadir kata dia, tidak banyak, hanya sekitar 20 orang dan selama pertemuan berjalan menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau ngitung kan enggak mungkin saya, orang ngundang juga enggak, kalau saya tahu berarti saya ngundang, kurang lebih lah (20 orang)," tegasnya.

Kehadiran tamu tak diudang rupanya membuat penialian negatif, warga sekitar villa kemudian melapor ke camat setempat hingga akhirnya disatroni.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved