Saat Satpol PP & Camat Cisarua Bubarkan Pesta Ultah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Vila Pribadi

Camat Cisarua Deni Humaedi membenarkan adanya acara sekelompok orang pejabat tersebut yang mana terjadi pada awal Februari 2021 lalu.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Rahmat Effendi Bekasi saat meninjau Kali Bekasi di Jalan Mayor Hasibuan Kota Bekasi, Jumat (19/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNJAKARTA.COM, CISARUA - Sejumlah pejabat dikabarkan kedapatan menggelar pesta ulang tahun di sebuah vila di kawasan Puncak Bogor meski masih pandemi.

Padahal, kerumunan masih dilarang dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kabupaten Bogor di tengah pandemi Covid-19.

Menurut informasi yang dihimpun TribunnewsBogor.com, sejumlah pejabat yang dikabarkan menggelar pesta ulang tahun ini berasal dari salah satu pemerintahan daerah.

Bahkan di sana juga terdapat seorang pejabat dengan jabatan sebagai wali kota dari salah satu wilayah di Jabodetabek.

"Pada saat itu disampaikan bahwa camat dengan anggota satgas mendatangi," kata Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho saat ditemui TribunnewsBogor.com di Cibinong, Senin (15/2/2021) petang.

Dia mengatakan bahwa dirinya juga tidak begitu mengetahui detil terkait kejadian tersebut.

Terpisah, Camat Cisarua Deni Humaedi membenarkan adanya acara sekelompok orang pejabat tersebut yang mana terjadi pada awal Februari 2021 lalu.

Dia menjelaskan bahwa setelah Satgas Covid-19 Kecamatan Cisarua mendapat informasi itu, pihaknya langsung turun ke lokasi.

"Kejadiannya spontan, begitu tahu ada informasi segera kami ke lokasi untuk menyampaikan dan meminta kegiatan dihentikan," kata Deni Humaedi saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

Dia menjelaskan bahwa sekelompok orang yang menggelar acara itu juga koperatif dan mereka langsung membubarkan diri.

Berapa jumlah peserta dalam pesta tersebut, Deni mengaku tidak begitu tahu pasti.

Namun diperkirakan jumlahnya ada lebih dari 15 orang.

"Alhamdulillah, kami meminta kegiatan dihentikan, lalu berhenti dan bubar. Tugas kami menegur dan menyarankan agar kegiatan dihentikan dan yang ditegur koperatif, lalu kami kembali," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved