Breaking News:

Jakarta Dikepung Banjir

Saluran Penghubung Sulaiman Meluap, 3 RW di Cipinang Melayu Terendam Banjir Setinggi 80 Cm

Imbas luapan saluaran Phb Sulaiman, permukiman warga di RW 2, RW 3 dan RW 11 Kelurahan Cipinang Melayu sempat terendam banjir hingga 80 centimeter.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Imbas luapan saluran Phb Sulaiman, permukimanwarga di 3 RW Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur terendam banjir pada Selasa (16/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Imbas luapan saluaran Phb Sulaiman, permukiman warga di RW 2, RW 3 dan RW 11 Kelurahan Cipinang Melayu sempat terendam banjir hingga 80 centimeter.

Seperti diketahui, sedari Selasa (16/2/2021) dini hari, hujan deras mengguyur wilayah DKI Jakarta.

Imbasnya sejumlah permukiman rawan banjir terdampak dan satu diantaranya di wilayah Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Merujuk pada data yang dihimpun pihak kelurahan, sedari pukul 02.25 WIB, sejumlah permukiman warga di 3 RW sudah mulai terendam banjir.

Yakni di RT 9 RW 11, RT 11 RW 2, RT 1 RW 3 dan RT 11 RW 2.

Imbas luapan saluran Phb Sulaiman, permukimanwarga di 3 RW Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur terendam banjir pada Selasa (16/2/2021)
Imbas luapan saluran Phb Sulaiman, permukimanwarga di 3 RW Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur terendam banjir pada Selasa (16/2/2021) (ISTIMEWA)

"Iya benar banjir imbas luapan saluran Phb Sulaiman. Kemarin-kemarin sih enggak banjir, tapi pagi ini masih terendam banjir dengan ketinggian sekitar 50-80 cm," kata Sekel Cipinang Melayu, Suryo saat dikonfirmasi.

Meski begitu, dirinya memastikan belum ada warga yang mengungsi dan petugas masih bersiaga di lokasi.

Baca juga: Bayi di Medan Dijual Rp 28 Juta, Ini Sederet Kasus Serupa: Ada yang Ditawarkan di Medsos

Baca juga: Pemerintah Kota Tangerang Bagi-Bagi IUMK Untuk Pelaku Usaha Perorangan

Adapun petugas dari Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur melakukan pemompaan guna mengurangi debit air.

"Hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi. Sebab sedang dilakukan pemompaan oleh Sudin SDA dan air berangsur surut," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved