Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Terungkap Penyebab Banyak Tenaga Kesehatan di Jakarta Selatan Gagal Divaksin Covid-19

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan M Helmi menyebut banyak tenaga kesehatan gagal disuntik vaksin Covid-19.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Y Gustaman
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Vaksinasi Covid-19 tenaga kesehatan di RS Dr Suyoto Pusrehab Kemhan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (14/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan M Helmi menyebut banyak tenaga kesehatan gagal disuntik vaksin Covid-19.

"Nggak hapal (jumlahnya), banyak (nakes yang gagal divaksin)," kata Helmi saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (16/2/2021).

Helmi menjelaskan, gagalnya tenaga kesehatan untuk disuntik vaksin Covid-19 disebabkan karena beberapa hal. 

Salah satu penyebabnya karena tenaga kesehatan memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

"Ditunda karena pada waktu diperiksa pertama kemarin, ada hal misalkan ada darah tinggi atau ada komorbid," jelas Helmi.

Baca juga: Blok A Pasar Tanah Abang Siap Dijadikan Tempat Vaksinasi Covid-19 Para Pedagang

"Kemudian ada lagi yang tidak bisa divaksinasi karena dia pernah terinfeksi. Nah itu yang belum disuntik tentunya," tambahnya.

Hingga Sabtu (13/2/2021), vaksinasi Covid-19 untuk tenaga kesehatan di Jakarta Selatan sudah mencapai 97 persen.

"Vaksin (Covid-19) dengan sasaran tenaga kesahatan kurang lebih 23.120, dan saat ini sudah sekitar 97 persen. Jakarta Selatan termasuk yang tertinggi cakupannya di DKI," kata Helmi.

Artinya, sebanyak 22.426 tenaga kesehatan di Jakarta Selatan sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Lebih lanjut, Helmi menjelaskan belum semua tenaga kesehatan sudah disuntik vaksin Covid-19 dengan dua kali dosis.

Tenaga kesehatan yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 92,8 persen atau 21.486 orang.

"Untuk dosis kedua sudah 11.485 tenaga kesehatan atau 49,7 persen. Ini sampai dengan 13 Februari 2021," ungkap Helmi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved