Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Bertahan Saat Pandemi, Penjualan Jamu Warsih Naik 50 Persen, hingga Ganti Kemasan Jadi Gelas Plastik

usaha jamu yang dimiliki Warsih atau akrab disapa Bude Jamu justru meningkat pesat.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Warsih, penjual jamu keliling sejak 1990, Rabu (17/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, usaha jamu Warsih (43) meningkat 50 persen.

Meski sejumlah sektor terdampak pandemi, usaha jamu yang dimiliki Warsih atau akrab disapa Bude Jamu justru meningkat pesat.

Warsih menceritakan dirinya telah berjualan jamu sejak 31 tahun lalu.

Baca juga: Selain Tidak Merokok, Sederet Hal Ini Juga Bisa Mencegah Masalah Gangguan Kesuburan

Warsih, penjual jamu keliling sejak 1990, Rabu (17/2/2021).
Warsih, penjual jamu keliling sejak 1990, Rabu (17/2/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

Tepat di tahun 1990, ia memulai usaha jamu kelilingnya di Surabaya, Jakarta Timur.

Empat tahun berselang, ia menjajal lokasi baru untuk berjualan jamu keliling.

Medan, Sumatera Utara menjadi lokasi yang dipilihnya untuk berjualan jamu.

"Bisa dibilang jualan jamu sudah lama. Tapi kan keliling kemana-mana. Ya coba-coba aja ke tempat lain," jelasnya kepada TribunJakarta.com, Rabu (17/2/2021).

Sampai akhirnya di tahun 1996, ia memutuskan untuk berjualan jamu di Ibukota.

Daya beli yang jauh lebih baik membuat dirinya betah berjualan jamu hingga saat ini.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved