Emosi Pemicu Mantan Sekretaris MA Nurhadi Pukul Petugas Rutan KPK, Ini Langkah yang Dilakukan Polisi

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi terkait kasus dugaan pemukulan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
WARTAKOTA/HENRY LOPULALAN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi terkait kasus dugaan pemukulan terhadap petugas Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nurhadi diperiksa di Rutan KPK pada 4 Februari 2021 lalu.

Ia dicecar 21 pertanyaan oleh penyidik.

Dalam pemeriksaan tersebut, Nurhadi mengaku telah memukul seorang petugas Rutan KPK.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan, pihaknya bakal segera melakukan gelar perkara.

"Dalam waktu dekat kita akan melakukan gelar perkara untuk menentukan naiknya ke tingkat penyidikan," kata Jimmy kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2021).

Rencananya, lanjut Jimmy, gelar perkara kasus dugaan pemukulan ini akan dilakukan pada pekan ini.

"Ya nanti kita lihat kita lagi, dalami fakta faktanya. (Gelar perkara) bisa dalam waktu dekat ini, minggu-minggu ini lah," ujar dia.

Kepada penyidik, Nurhadi mengaku memukul petugas Rutan KPK karena emosi.

"Itu hanya emosi ketika ada percakapan yang tidak sesuai, tidak pas," ucap Jimmy.

"Jadi terlapor itu emosi dan melakukan pemukulan. Artinya dia emosi ada gerakan seperti melakukan pemukulan," tambahnya.

Sementara itu, jelas Jimmy, penyidik kepolisian juga telah menerima hasil visum petugas Rutan KPK yang menjadi korban pemukulan.

"Hasil visumnya luka di pipi sebelah kiri," ujar dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved