Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Klaim Vaksinasi Covid-19 Berjalan Lancar, Wagub DKI: Masalah Cuma Kasus Helena Lim 

Ariza mengklaim program vaksinasi Covid-19 di Jakarta berlangsung lancar. Satu-satunya masalah yang terjadi kasus Crazy Rich Helena Lim

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Senin (25/1/2021). Ariza mengklaim program vaksinasi Covid-19 di Jakarta berlangsung lancar. Satu-satunya masalah yang terjadi kasus Crazy Rich Helena Lim 

Dikutip dari Kontan.co.id, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi tahap kedua yang menyasar petugas pelayanan publik dan kelompok masyarakat usia lanjut (lansia) secara umum akan dimulai pada minggu depan.

Namun, sebagai pilot project pada Rabu,  17 Februari 2021 akan mulai dilakukan vaksinasi pertama kepada pedagang pasar yang ada di Tanah Abang, Jakarta.

"Petugas pemberi layanan publik akan kita mulai secara umum itu minggu depan tapi besok (Rabu) itu mulai pemberian ke pedagang pasar," kata Nadia saat Konferensi Pers Daring pada Senin (15/2).

Sejumlah pedagang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) pagi.
Sejumlah pedagang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) pagi. (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Pedagang pasar menjadi prioritas lantaran, pasar menjadi lokasi dengan interaksi dan mobilitas orang yang sangat besar. 

Oleh karenanya pedagang pasar ditunjuk menjadi prioritas tanpa memperhatikan kedudukan tempat tinggalnya dan kewilayahannya.

Lebih lanjut, biasanya penentuan vaksinasi berdasarkan kewilayahan misalnya di mana dia tinggal sehingga dilakukan vaksinasi. 

Tak hanya di lingkup pasar, nantinya prioritas vaksinasi tahap kedua juga menyasar tempat-tempat pariwisata.

"Kita kelompokkan misalnya bahwa klaster pasar Tanah Abang semua kita lakukan vaksinasi karena sebagian besar aktivitas daripada masyarakat itu akan berada di pasar Tanah Abang. Jadi interaksinya akan terjadi banyak di pasar tersebut itulah pendekatan klaster dalam hal ini yang berbeda dengan pendekatan yang biasanya kita lakukan," jelasnya.

Vaksinasi bagi petugas pelayanan publik akan dikonsentrasikan 70% di Jawa-Bali. 

Dimana akan dimulai dengan Ibukota Provinsi dan Kabupaten/Kota yang merupakan penyangga Provinsi. 

Baca juga: Vaksin Nusantara Masuki Uji Klinis Fase Dua, Bisa Diproduksi 10 Juta Dosis Per Bulan

Hal tersebut  karena kasus paling banyak dan mobilitas paling banyak terjadi.

"Yang kita tahu secara epidemiologi penyakit Covid-19 ini paling cepat penularannya akibat karena mobilitas. Ini yang kita maksud sebagai pendekatan klaster atau pendekatan secara memperhatikan zona risiko," kata Nadia.

Adapun untuk vaksinasi kepada lansia, Nadia mengungkapkan beberapa provinsi sudah melakukan vaksinasi namun baru ditujukan kepada lansia di atas 60 tahun yang menjadi petugas kesehatan. 

Vaksinasi kepada lansia diharapkan dapat terselesaikan pada periode Februari sampai dengan April.

Percepatan vaksinasi kepada lansia mengingat bahwa kelompok masyarakat ini merupakan paling rentan terhadap penularan Covid-19

Dimana mayoritas kematian yang terjadi karena Covid-19 berasal dari kelompok masyarakat lansia.

"Kita tahu angka kematian yang tentunya sangat rentan pada kelompok lanjut usia," imbuhnya.

Sejumlah pedagang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) pagi.
Sejumlah pedagang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) pagi. (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Rentang waktu pemberian dosis kedua kepada lansia ialah 28 hari. Kemudian untuk suntikan kedua bagi penerima vaksin usia 18 tahun-59 tahun diberikan dalam rentang waktu 14 hari.

Kemudian untuk ketersediaan vaksin, pemerintah sudah menghitung kebutuhan dari penerima 181,5 juta orang. 

Data tersebut disebut sudah termasuk penyintas Covid-19 dan juga penduduk usia 18 tahun-59 tahun tanpa komorbid serta komorbid terkontrol.

"Perhitungan jumlah vaksin ini masih mencukupi untuk sampai 426 juta dosis. Nah perlu diingat juga 426 juta dosis itu sudah ditambah waste rate-nya sekitar 15% jadi ada space di sana," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved