Breaking News:

Nurhadi Mengaku Pukul Petugas Rutan KPK karena Emosi

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengakui telah memukul seorang petugas Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma saat diwawancarai terkait kasus pemukulan petugas Rutan KPK, Rabu (17/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi mengakui telah memukul seorang petugas Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengakuan itu dibuat Nurhadi saat diperiksa penyidik Polres Metro Jakarta Selatan pada 4 Februari 2021 lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan, Nurhadi memukul karena emosi.

"Itu hanya emosi ketika ada percakapan yang tidak sesuai, tidak pas," kata Jimmy kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (17/2/2021).

"Jadi terlapor itu emosi dan melakukan pemukulan. Artinya dia emosi ada gerakan seperti melakukan pemukulan," tambahnya.

Sementara itu, jelas Jimmy, penyidik kepolisian juga telah menerima hasil visum petugas Rutan KPK yang menjadi korban pemukulan.

"Hasil visumnya luka di pipi sebelah kiri," ujar dia.

Baca juga: Nurhadi Sudah Mengakui Pukul Petugas Rutan KPK, Polisi Segera Gelar Perkara

Baca juga: Menjajal Bekas Ruang Tunggu Presiden di Bandara Soekarno-Hatta yang Kini Bisa Dinikmati Masyarakat

Total polisi sudah memeriksa empat orang saksi, termasuk Nurhadi dan pelapor atau saksi korban.

Namun, Jimmy mengatakan pihaknya berencana memeriksa sejumlah saksi lainnya.

"Ke depannya ada (periksa saksi tambahan), lagi direncanakan ya," ucap Jimmy.

Dugaan pemukulan yang dilakukan Nurhadi terjadi di Rutan Ground A, Gedung KPK Lama Kavling C-1, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2021).

Pemukulan itu terjadi karena adanya kesalahpahaman komunikasi antara Nurhadi dan petugas Rutan KPK terkait renovasi salah satu kamar mandi untuk tahanan.

Nurhadi merupakan terdakwa kasus suap pengurusan perkara di MA. Ia masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved