Breaking News:

Apes Jual Motor Curian Lewat Facebook Tepergok Korbannya, Maling di Bekasi Diringkus Polisi

Fadlie Pratama (26), diringkus jajaran Polsek Bekasi Timur, dia merupakan tersangka kasus pencurian sepeda motor Kampung Mede, Duren Jaya, Kota Bekasi

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Tersangka kasus pencurian sepeda motor Fadlie Pratama diringkus jajaran Polsek Bekasi Timur, Kota Bekasi. Fadlie Pratama (26), diringkus jajaran Polsek Bekasi Timur, dia merupakan tersangka kasu pencurian sepeda motor Kampung Mede, Duren Jaya, Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Pemuda bernama Fadlie Pratama (26), diringkus jajaran Polsek Bekasi Timur, dia merupakan tersangka kasus pencurian sepeda motor Kampung Mede, Duren Jaya, Kota Bekasi.

Kapolsek Bekasi Timur AKP Rusit Malaka mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari korban Asep Herdiana (49).

"Korban melapor atas kejadian pencurian sepeda motor di rumah kontrakan Kampung Mede, Duren Jaya, Bekasi Timur," kata Rusit, Kamis (18/2/2021).

Selang beberapa lama, korban rupanya memergoki sepeda motornya diposting akun Facebook 'Putra Hery' di halaman jual beli sepeda kendaraan.

Dari situ, korban memberitahukan ke penyidik agar segera ditindak.

Polisi langsung melakukan penyelidikan dengan berpura-pura menanyakan motor.

"Anggota memancing pelaku dengan melakukan transaksi dengan pelaku COD di rumah pelaku. Dari situ kami bisa amankan," terangnya.

Baca juga: Mengenal Kompol Fajar Hari, Sosok Pengganti Kompol Yuni yang Dicopot karena Dugaan Kasus Narkoba

Baca juga: NASIB Terkini Kapolsek Astana Anyar Tersandung Kasus Sabu, Terkuak Dicintai Warga Karena Sikapnya

Tersangka Fadlie kata Rusit, merupakan residivis.

Pria penganguran ini sudah berulang kali melakukan aksi pencurian.

"Dia ini residivis, kami akan dalam terus untuk kasusnya, biasanya beraksi berdua dengan temannya yang saat ini masih kita lacak," tuturnya.

Hasil curian, biasanya digunakan tersangka untuk kebutuhan pribadi seperti makan dan minum, membayar kontrakan bahkan, tidak jarang dibuat untuk hura-hura.

"Dari pengakuannya sudah tiga kali beraksi, menjual melalui media sosial kisaran Rp2 sampai Rp3 juta satu motor tergantung merek dan jenisnya," paparnya.

Baca juga: Aksi Syifa, Gagalkan Jambret Rampas Ponsel Neneknya: Tabrakkan Diri ke Motor hingga Pelaku Terjatuh

Baca juga: MK Tolak Gugatan, KPU Tangsel Siapkan Penetapan Benyamin-Pilar Sebagai Paslon Terpilih

Tersangka kini mendekam di tahanan Mapolsek Bekasi Timur, dia dikenakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved