Breaking News:

Dipagar Besi Satu Meter, Penyebab Balita Tewas Tenggelam di Tandon Jurang Mangu Barat Jadi Misteri

Dua balita yang tercebur di Tandon Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Kamis.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Ketua RT 7 RW 11 Jurang Mangu Barat, Supadi, saat menunjukkan pagar Tandon Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Kamis (18/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Dua balita yang tercebur di Tandon Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Kamis (18/2/2021), menggegerkan warga sekitar.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, dua balita tersebut berama Abdillah Alfarizqy usia 3 tahun dan M. Rafka Azka usia 4 tahun.

Abdillah dan Rafka ditemukan warga sekitar sudah dalam posisi mengambang di tandon.

Baca juga: Dua Balita Tenggelam di Tandon Jurang Mangu Barat, Satu Tewas dan Satu Kritis

Warga yang ramai menolong berusaha dengan menekan dada dan memberikan napas buatan.

Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Petukangan dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit berbeda.

Abdillah dibawa ke Rumah Sakit Aminah, sedangkan Rafka dibawa ke Rumah Sakit Pesanggrahan.

Karena kondisinya yang sudah parah, Abdillah dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan Rafka masih kritis dan dalam penanganan medis.

Yang masih menjadi misteri bagi warga adalah bagaimana dua balita itu bisa melewati pagar besi setinggi satu meter yang mengelilingi tandon.

Ketua RT 7 RW 11 Jurang Mangu Barat, Supadi, mengatakan, tidak ada yang melihat dua balita itu bisa tercebur ke air.

"Anak itu enggak tahu masuk dari mana, kalau logika, kita saja enggak masuk anak itu bisa masuk, kalau nerobos badan gede enggak mungkin. Maka saya bingung sampai sekarang masuknya dari mana," kata Supadi di lokasi.

Baca juga: 12 Tenda Glamping untuk Pasien Covid-19 Sudah Berdiri, Wali Kota Airin Ingin Karantina Berlibur

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Pondok Aren, AKP Sumiran, mengatakan, balita tersebut terpeleset sehingga bisa masuk ke dalam tandon.

"Iya dugaannya terpeleset saat bermain, enggak ada yang ngawasin," kata Sumiran melalui sambungan telepon.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved