Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Gandeng Swasta, Pemkab Bekasi Siapkan 1.200 Vaksinator untuk Tahap Dua

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menambah jumlah vaksinator untuk program vaksinasi tahap dua

ISTIMEWA/Dokumentasi Sudin Kominfotik Jakarta Utara
ILUSTRASI Vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/1/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menambah jumlah vaksinator untuk program vaksinasi tahap dua, mereka berasal dari tenaga kesehatan (nakes) pemerintah dan swasta.

Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Alamsyah mengatakan, jumlah vaksinator yang disiapkan sebanyak 1.200 orang.

"Awalnya kita punya 400 vaksinator, sekarang sedang jalan pembinaan, harapannya sekitar 1.000 sampai 1.200 vaksinator, kami rekrut dari swasta juga," kata Alamsyah, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Bekasi Ajukan 468.000 Dosis Vaksin Tahap Dua

Skema penyuntikan vaksin tahap dua ini sedikit berbeda dari tahap pertama dengan sasaran nakes, layanan vaksin nantinya akan di buka di lokasi seperti misalnya di kantor atau sekolah.

"Skemanya yang kedua, pelayanan publik di kantornya, pedagang pasar bisa di sekolah terdekat, kalau di pasar engga mungkin," tuturnya.

Selain itu, layanan vaksin juga tetap akan dibuka di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan klinik di wilayah masing-masing.

"Swasta lebih banyak, misal kami punya 46 puskesmas, klinik swasta yang provider ada 125, tiga kali lipat (dari jumlah puskesmas)," paparnya.

Dia menargetkan, vaksinasi tahap dua dijadwalkan bisa berlangsung Maret 2021 mendatang. Namun, hal itu tergantu ketersediaan vaksin yang didistribusikan ke wilayahnya.

"Target tahap dua tergantung ketersediaan vaksin. Maret (2021) kalau sudah ada, kita kejar dalam satu bulan," ujarnya.

Untuk jumlah sasaran vaksin tahap dua, Pemkab Bekasi telah mengajukan sebanyak 468.000 dosis untuk 234.000 petugas pelayanan pubik.

Vaksin tahap dua diperuntukkan bagi pekerja pelayanan publik seperti, aparatur sipil negara (ASN) dan Non-ASN, TNI-Polri, tenaga pendidik, hingga pedagang pasar.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved