Food Story

Sihir Cita Rasa Khas Soto Betawi di Pondok Pinang: Resepnya Pernah Ditawar Sampai Rp 500 Juta

Selepas kepergian pembuatnya, H Ridwan, keluarga menjaga betul warisan itu meski banyak yang melirik dengan tawaran fantastis bernilai ratusan juta

TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Penerus usaha Soto Betawi Sambung Nikmat, Suhada (baju putih) anak keempat dari H Ridwan dan Hajjah Atiyah, istri dari mendiang H Ridwan di RM Sambung Nikmat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (17/2/2021) 

"Sebelum bikin soto, beliau sempat jualan nasi uduk pada tahun 1985," ujar Suhada (48), anak keempat H Ridwan sekaligus penerus usaha Kedai Soto Betawi Sambung Nikmat kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Rabu (17/1/2021).

Dua tahun berselang, Ridwan beralih berjualan soto betawi. Suhada berkisah bahwa ayahnya meracik sendiri resep membuat soto sarat santan itu. 

Ia kerap berimprovisasi untuk membuat resep sampai akhirnya Ridwan berhasil menemukan ramuan soto yang klop di lidahnya. 

Baca juga: Diduga Jadi Korban Mafia Tanah, Ibu Rumah Tangga di Tebet Gugat Kakak Kandung hingga Menteri ATR

Pada tahun 1990, kedai soto Ridwan mulai banyak dikenal orang. Mereka seakan tersihir dengan kelezatan racikan dari tangan Ridwan sendiri. Jumlah pelanggan ke rumah makannya pun meningkat.

Suhada mengenang masa kecilnya kala melihat ayahnya berjualan. Dulu, depan rumahnya menjadi tempat untuk berdagang soto. Akan tetapi, kini kedai sotonya sudah diperlebar. Ridwan membeli rumah di sebelahnya dari hasil jualan soto.

"Awal pertama kali jualan udah langsung di rumah. Dulu enggak besar lahan jualannya hanya sekitar 60 meter persegi. Tapi sekarang sudah seluas ini. Lumayan lah sekarang hampir 400 meter," lanjutnya.

Disukai banyak orang

Suhada bercerita sejak dulu soto betawi ayahnya sudah dikenal banyak orang.

Sepiring soto betawi Sambung Nikmat dengan kuah merah yang menjadi ciri khasnya di Restoran Sambung Nikmat, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (17/2/2021).
Sepiring soto betawi Sambung Nikmat dengan kuah merah yang menjadi ciri khasnya di Restoran Sambung Nikmat, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (17/2/2021). (TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas)

Banyak pelanggannya berasal secara turun temurun. Mereka enggan berpaling ke lain hati. Lidah mereka sudah kadung terbuai dengan kenikmatan racikan tangan mendiang Ridwan.

"Pelanggan-pelanggan saya ini turun temurun. Dari bapaknya ke anaknya. Saya masih bisa kenalin, pelanggan-pelanggan lama, anak-anak mereka seperti apa," ujarnya.

Terkadang, pelanggan memesan sotonya untuk dibawa sendiri ke luar negeri. Ia pernah meladeni pesanan ke Singapura, Inggris, Belanda dan Belgia.

Suhada teringat dulu harga seporsinya pernah sekitar Rp 1.250 hingga kini seharga Rp 75 ribu satu porsi.

Untuk ukuran seporsi soto, harga itu tentu mahal. Namun, Suhada menjamin harga sepadan dengan kualitas rasa.

Banyak pejabat dan artis tanah air yang sudah menjajal kenikmatan soto betawi ini.

Baca juga: Terima Rp 18 Miliar Hasil Jual Tanah ke Pertamina, Siti Bangun Tempat Pendidikan Anak dan Deposito

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved