Breaking News:

Catat! Dirjen BPN Agus Wijayanto Berikan Tips Agar Terhindar dari Mafia Tanah

Dirjen Penanganan Masalah Agraria Kementerian ATR/BPN Agus Wijayanto memberikan sejumlah tips agar masyarakat tidak menjadi korban mafia tanah.

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Konferensi pers pengungkapan kasus mafia tanah yang merugikan Zurni Hasyim Djalal, ibunda mantan Dubes Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal di Polda Metro Jaya, Jumat (19/2/2021). Dirjen Penanganan Masalah Agraria Kementerian ATR/BPN Agus Wijayanto memberikan sejumlah tips agar masyarakat tidak menjadi korban mafia tanah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Dirjen Penanganan Masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang, dan Tanah Kementerian ATR/BPN, Agus Wijayanto memberikan sejumlah tips agar masyarakat tidak menjadi korban mafia tanah.

Agus hadir dalam konferensi pers pengungkapan kasus mafia tanah yang merugikan Zurni Hasyim Djalal, ibunda mantan Dubes Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal.

Ia mengatakan, masyarakat harus berhati-hati ketika hendak melakukan jual beli tanah maupun properti.

"Jangan mudah untuk menyerahkan sertifikat hak milik kepada calon pembeli," kata Agus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (19/2/2021).

Tips kedua, lanjut Agus, masyarakat perlu selektif dalam memilih notaris.

Ia menuturkan, cara paling efektif agar tidak menjadi korban mafia tanah adalah memilih notaris yang sudah dikenal.

Baca juga: 3 Pekerja Migrain Dipulangkan ke Indonesia: Satu Orang Alami Luka Bakar Hampir Setengah Badan

Baca juga: Rafathar Tolak Uang Segepok Pemberian Baim Wong, Ayah Kiano Dibuat Syok Gara-gara Ini:Cuma Dia Doang

Baca juga: Klaim Sukses Tangani Banjir, Wagub DKI Bandingkan Era Anies dengan Jokowi-Ahok

"Cek dulu sertifikatnya apakah sertifikat ini bermasalah atau tidak. Oleh karena itu supaya sesuai dengan ketentuan akan ada peralihan hak juga harus dilakukan pengecekan sertifikat di kantor pertahanan," ujar dia.

Dalam waktu dekat, Kementerian ATR/BPN akan meluncurkan program digitaliasi dan elektroniksisasi pelayanan.

"Dengan begitu tidak mudah dipalsukan, demikian juga dengan sertifikat," ucap Agus.

Halaman
123
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved