Breaking News:

Pembangunan Stasiun MRT Monas Masih Berlanjut, 102 Dinding Penahan Tanah Jadi Pondasi

Stasiun MRT Monas bakal memiliki 102 panel atau dinding penahan tanah yang berfungsi sebagai pondasi tempat pemberhentian kereta cepat tersebut.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
ILUSTRASI Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Plt Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengatakan pembangunan Stasiun MRT Monas masih berlanjut meski DKI Jakarta terus-terusan diguyur hujan deras.

Menurutnya, Stasiun MRT Monas bakal memiliki 102 panel atau dinding penahan tanah yang berfungsi sebagai pondasi tempat pemberhentian kereta cepat tersebut.

"Stasiun Monas akan memiliki sekira 102 panel dengan satu panel berdimensi kedalaman 30 meter, tebal 1 meter, dan lebar 6 meter," kata Pratomo, saat dikonfirmasi, Jumat (19/2/2021).

Dia menjelaskan, Diaphragm Wall (D-Wall) merupakan dinding penahan tanah yang sekaligus berfungsi sebagai dinding bangunan di bawah tanah.

"Dalam hal ini dinding stasiun bawah tanah MRT Jakarta. Pembangunan D-Wall dimulai dengan perakitan tulangan baja, dilanjutkan dengan penggalian area yang
akan dibangun," tutur Pratomo.

"Kemudian ada pemberian cairan bentonit (tanah liat yang berasal dari sisa vulkanis) ke area galian yang berfungsi sebagai penahan atau pengikat tanah," lanjutnya.

Setelah hal tersebut dilakukan, pekerja konstruksi bakal mengecor beton di area Stasiun MRT Monas.

Selain sebagai dinding stasiun, D-Wall juga dibangun sebagai box area yang akan dijadikan tempat mesin pengebor terowongan kereta MRT.

"Setelah box area selesai dibangun, tanah di tengahnya akan dikeruk dan area tersebut menjadi lokasi penurunan mesin pengebor terowongan," jelas Pratomo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved