Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

PMI Kota Tangerang Sudah Didistribusikan 561 Kantong Plasma Konvalesen

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang telah mendistribusikan sebanyak 561 kantong plasma konvalesen.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Screening calon pendonor plasma konvalesen di Polres Metro Tangerang Kota oleh PMI Kota Tangerang, Jumat (19/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang telah mendistribusikan sebanyak 561 kantong plasma konvalesen.

Ratusan kantong tersebut didapat dari penyintas Covid-19 di Kota Tangerang yang nantinya akan diberikan kepada pasien Virus Corona yang masih dirawat di rumah sakit.

Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang, Ade Kurniawan menjelaskan kalau semua kantong plasma konvalesen tersebut sudah didistribusikan ke rumah sakit.

"Kalau untuk saat ini yang terupdate untuk kantong darah yang sudah kita distribusikan itu sekitar 561 kantong. Itu yang sudah kita distribusikan ke rumah sakit," jelas Ade kepada TribunJakarta.com, Jumat (19/2/2021).

Menurutnya, darah yang baru didapatkan dari para penyintas Covid-19 langsung diberikan kepada rumah sakit yang antre.

"Kita sifatnya tidak menyetok ya, tapi pas dapat plasma konvalesen langsung didistribusikan ke rumah sakit yang sudah antre," sambung Ade.

Baca juga: Besok KPU Tangerang Selatan Gelar Pleno Penetapan Paslon Terpilih, Imbau Pendukung Tak Perlu Datang

Baca juga: Tembok Rumah Warga Jebol, Permukiman Warga di RT 6 RW 7 Kelurahan Makasar Terendam Banjir

Baca juga: 7 Pasien Covid-19 di Bekasi yang Sedang Isolasi Mandiri di Rumah Terpaksa Dievakuasi

Hingga saat ini, lanjutnya, ada 55 antrean yang terdaftar di PMI Kota Tangerang untuk menerima kantong plasma konvalesen tersebut.

Pasalnya, antrean tidak hanya dari rumah sakit di Kota Tangerang tapi datang juga permintaan dari luar kota.

"Kita prioritaskan ke dalam kota terlebih dahulu. Kalau misal di dalam kota sudah terpenuhi baru kita kirim ke luar kota," kata Ade.

Kendati demikian, ia mengungkapkan kalau jumlah permintaan plasma konvalesen dengan pendonornya berbanding terbalik.

"Bicaranya kita masih ada antrean, jadi kita kalau misal ada pendonor, kita langsung penuhi dan langsung distribusikan. Karena permintaan sama pendonor itu lebih banyak permintaan," tutup Ade.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved