Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Produksi 367 Plasma Konvalesen, PMI Tangsel Masuk 10 Besar Penyumbang Terbanyak Se-Indonesia

PMI Tangerang Selatan (Tangsel) masuk dalam 10 besar PMI penyumbang plasma konvalesen se-Indonesia.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, pada acara pengambilan sampel donor plasma onvalesen Covid-19 di Aula lantai 4 Mapolres Tangsel, Serpong, Kamis (18/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - PMI Tangerang Selatan (Tangsel) masuk dalam 10 besar PMI penyumbang plasma konvalesen se-Indonesia.

"Jadi perlu disampaikan bahwa Unit Donor Darah PMI Kota Tangerang Selatan, salah satu unit donor darah PMI yang di izinkan utk melakukan donor plasma dan pengolahan plasma," kata Kepala Unit Donor Darah PMI Tangsel, Suhara Manullang di Ciater,  Serpong, Tangsel, Jumat (19/2/2021).

Suhara mengatakan, sejak 7 Desember 2020 hingga saat ini, pihaknya sudah memproduksi 367 kantung plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19.

"Nah setiap hari melapor ke unit donor darah pusat. Nyatanya juga kalau dilihat pemakaian plasma konvalesen dari Tangerang Selatan itu masuk 10 besar dari pemakaian maupun produksinya ya," ujarnya. 

Dari 367 kantung plasma konvalesen tersebut sudah didistribusikan ke 59 rumah sakit di berbagai daerah, bahkan sampai ke Kalimantan dan Sumatera. 

"Karena tangsel sendiri dari data yang ada sudah melayani 59 rumah sakit, 7 yang ada di Tangsel, yang lainnya di luar tangsel termasuk yang ada di luar Jawa, termasuk Kalimatan, Jambi, Palembang, dan sebagainya," kata Suhara.

Namun, menurut Suhara, produksi PMI Tangsel masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah permintaan plasma konvalesen yang masuk.

"Jadi memang sekarang tuh per hari itu bisa sampai 50 sampai 100 permintaan kalau dijumlahkan," ujarnya.

Suhara menjelaskan, PMI Tangsel hanya memiliki satu alat apharesis untuk memilah plasma darah pendonor. 

Hal itu menjadi kendala untuk memenuhi banyaknya permintaan plasma konvalesen dari berbagai daerah.

Sedangkan, Suhara menyebut jumlah penyintas yang mau mendonorkan plasma darahnya cukup banyak, terlebih Tangsel memiliki komunitas penyintas Covid-19, yakni para alumni dari Rumah Lawan Covid-19.

"Tangsel itu karena masih punya satu alat paling itu 10 pendonor. Maksimal pendonor kan jadi tiga kantung jadi kali 10 total 30 kantung," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved