Breaking News:

Jakarta Dikepung Banjir

Karena Banjir, Bus Sekolah DKI Hentikan Sementara Evakuasi Pasien Covid-19

Layanan antar jemput tenaga kesehatan dan evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 dihentikan menggunakan bus sekolah

Istimewa
Tampak kantor UPAS Dishub DKI Jakarta yang terdampak banjir luapan Kali Cipinang setinggi 1,8 meter, Sabtu (20/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Banjir yang merendam premukiman warga DKI Jakarta pada Sabtu (20/2/2021) ikut mengganggu penanganan pandemi Covid-19.

Akibat kantor Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta di Jalan Raya Pondok Gede, Kecamatan Kramat Jati terendam.

Kepala UPAS Dishub DKI Jakarta Ali Murthado mengatakan layanan antar jemput tenaga kesehatan dan evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 dihentikan.

"Kantor UPAS terendam banjir sekitar 180 sentimeter. Sementara layanan nakes (tenaga kesehatan) dan (evakuasi) pasien covid19 di-stop dulu, menunggu air surut," kata Ali saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021).

Banjir imbas luapan Kali Cipinang yang alirannya dekat kantor UPAS, lokasi bus yang dikerahkan dalam antar jemput nakes dan pasien Covid-19 berada.

Pukul 02.30 WIB tadi debit air Kali Cipinang mulai menjamah kantor UPAS sehingga memaksa seluruh armada bus dievakuasi ke lokasi lebih tinggi.

"Pemberitahuan layanan antar jemput nakes dan evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 dihentikan sementara sudah disampaikan ke pihak Puskesmas, sudah dari pagi tadi," ujarnya.

Ali menuturkan pemberitahuan disampaikan karena pasien Covid-19 yang dievakuasi ke fasilitas kesehatan berdasar permintaan pihak Puskesmas.

Sejak awal pandemi Covid-19 hingga kini jajaran UPAS Dishub DKI sebelumnya tak pernah libur melayani antar jemput nakes dan evakuasi pasien Covid-19.

Bahkan saat hari raya keagamaan proses evakuasi pasien terkonfirmasi Covid-19 tetap berjalan 24 jam penuh sesuai permintaan pihak Puskesmas.

"Seluruh armada bus, sebanyak 176 sudah dievakuasi sejak pukul 02.00 WIB, ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah) dan hanggar UPAS. 150 personil dikerahkan untuk evakuasi aset," tuturnya.

Seluruh armada dipindahkan karena pada banjir luapan Kali Cipinang 1 Januari 2020 silam, sejumlah unit bus UPAS Dishub DKI Jakarta rusak terendam banjir.

Baca juga: Perbaikan Tanggul Jebol Perumahan PGP Bekasi Ditargetkan Rampung Tiga Hari

Baca juga: Ruko di Taman Permata Indah 2 Kemasukan Air, Warga: Setiap Tahun Kebanjiran

Baca juga: Banjir 3 Meter, 1.000 Jiwa Warga RW 04 Cipinang Melayu Mengungsi

Pertimbangan layanan antar jemput nakes dan evakuasi pasien Covid-19 dihentikan sementara juga karena banyaknya ruas jalan di Jakarta terendam banjir.

"Tadi saat proses evakuasi armada kita juga membantu warga yang terjebak banjir luapan Kali Cipinang di Jalan Pondok Gede," lanjut Ali.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved