Breaking News:

Program Stimulus Pariwisata Dapat Sambutan Positif dari Pelaku Usaha

Upaya pemerintah memberikan program stimulus di sektor pariwisata disambut positif oleh pelaku usaha

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Suasana di Pantai Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Bali, Minggu (8/11/2020) setelah dibuka di masa pandemi Covid-19. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Upaya pemerintah memberikan program stimulus di sektor pariwisata disambut positif oleh pelaku usaha di bidang ini. Upaya ini diyakini akan mampu menggenjot sektor pariwisata yang terdampak pandemi.

Program stimulus di sektor pariwisata ini dilakukan pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Program ini terdiri dari dana hibah, subsidi bunga, restrukturisasi kredit, dan kredit usaha rakyat (KUR) pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak karena pandemi Covid-19 dan diperkirakan pulih paling akhir.

Untuk itu diperlukan stimulus atau program khusus agar terdapat perbaikan dan bisa menunjang perekonomian nasional, salah satunya program Kartu Prakerja di 2021, bagi para pekerja di sektor pariwisata.

“Validasi data, data yang kredibel dan akurat sangatlah penting untuk mendorong program-program PEN di sektor pariwisata,” ujar Menko Airlangga tengah pekan lalu.

Selain itu, kata Menko Airlangga, pemerintah juga telah menyiapkan program hibah pariwisata. Hal ini dilakukan, sebagai bagian dari program PEN yang pada tahun lalu telah terserap 70 persen untuk hotel dan restoran. Dimana pada tahun 2020 dana hibah pariwisata yang merupakan bagian dari program PEN tercatat sebesar Rp 3,3 triliun.

Menko Airlangga mengatakan secara beriringan, pemerintah turut menyiapkan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan mendorong pengembangan 5 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata untuk menggeliatkan kembali minat wisatawan untuk mengunjungi daerah wisata.

"Perlu ada shifting (peralihan) target wisatawan ke wisatawan nusantara atau domestik yang diperkirakan sebesar 50-55 juta orang," katanya.

Saat ini, menurut Menko Airlangga, pemerintah tengah mempercepat Peraturan Pemerintah (PP) untuk KEK Pariwisata Lido dan 2 KEK pariwisata di Kawasan Bangka Belitung yang masih dalam proses adalah KEK Sungai Liat dan KEK Tanjung Gunung.

Untuk mendukung program padat karya di sektor pariwisata agar dapat dilaksanakan pada triwulan pertama tahun ini, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pekerja di sektor pariwisata dan juga wisatawan.

Baca juga: Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berikan 500 Paket Alat Kesehatan kepada Pelaku Industri 

Baca juga: Bahas 5 Destinasi Super Prioritas, Tiket.com Dukung Kemenparekraf Pulihkan Pariwisata Nasional

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved