Breaking News:

4 Petugas Forensik Jadi Tahanan Kota Karena Mandikan Jenazah, Dianggap Penistaan Agama

Kasus 4 petugas forensik Rumah Sakit Umum Daerah Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar menjadi tersangka usai memandikan jenazah seorang perempuan.

Editor: Suharno
KOMPAS.com/TEGUH PRIBADI
Puluhan anggota dan pengurus PPNI dan pengacara dari Badan Bantuan Hukum PPNI Muhammad Siban di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Kamis (18/2/2021), memberikan bantuan hukum kepada 4 petugas forensik yang dijerat pasal penistaan agama karena memandikan jenazah wanita. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus 4 petugas forensik Rumah Sakit Umum Daerah Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar menjadi tersangka usai memandikan jenazah seorang perempuan yang berstatus suspek Covid-19, pada 20 September 2020. 

Keempat petugas tersebut dijerat dengan Pasal 156 huruf a juncto Pasal 55 ayat 1 tentang Penistaan Agama. 

Namun demikian, karena jasa para tersangka masih dibutuhkan di saat pandemi, polisi tak menahannya.

Berikut ini faktanya:

1. Dianggap bukan muhrim

Fauzi Munthe, suami pasien yang meninggal Zakiah (50), melaporkan keempat petugas tersebut ke Polres Pematangsiantar.

TONTON JUGA:

Fauzi mengaku tak terima jenazah istrinya dimandikan oleh empat pria yang bukan mukhrimnya.

Selain itu, menurut polisi, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar, RSUD Djasamen Saragih, dan Satgas Covid 19 Kota Pematangsiantar pada 24 Juni 2020, soal penanganan jenazah bagi umat muslim. 

Baca juga: Viral di Media Sosial, Kisah Sariyo Nenek Penjual Mangkuk Ditipu Pembeli Diberi Amplop Berisi Koran

Baca juga: FX Hadi Rudyatmo, Mantan Wali Kota Solo yang Kini Jadi Tukang Las: Ini Juga Pelayanan Masyarakat

Baca juga: Tak Hanya Buka Pendaftaran Seleksi CPNS 2021, Sejumlah Kementerian Juga Buka Pendaftaran PPPK

Baca juga: 2 Pemuda Mabuk dan Caci Maki Polisi Tidak Ditahan, Hanya Minta Maaf dan Buat Surat Pernyataan

“Itu keterangan saksi ahli dan keterangan MUI yang kita pegang. Sudah kita panggil MUI, bahwasanya MUI menerangkan perbuatan mengenai penistaan agama,” kata Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto, Jumat (19/2/2021). 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved