Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Antisipasi Klaster Pengungsi, Bagaimana Langkah Pemkot Tangerang Atasi Kerumunan saat Covid-19?

Pemerintah Kota Tangerang mengantisipasi penyebaran Covid-19 di tengah bencana banjir yang melanda sejak beberapa hari ke belakang.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat memantau Komplek Ciledug Indah, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah yang mulai surut sejak siang ini, Minggu (21/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang mengantisipasi penyebaran Covid-19 di tengah bencana banjir yang melanda sejak beberapa hari ke belakang.

Terutama di lokasi pengungsian dekat daerah yang terdampak banjir di Kota Tangerang.

Seperti yang diketahui setiap tempat pengungsian korban banjir dimana pun itu sudah tak heran bila penuh sesak dan berdesak-desakan.

Pemerintah Kota Tangerang pun sudah mengantongi beberapa jurus jitu untuk mengurai kerumunan para pengungsi banjir kala pandemi Covid-19.

"Jadi akan dimaksimalkan penggunaan ruang-ruang kelas yang ada di gedung sekolah, karena sebagian kelas sudah digunakan. Secara bertahap yang ngungsi di GOR akan dipindah ke ruang yang ada di sekolah," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Minggu (21/2/2021).

"Satu ruang kelas nanti bisa diisi hanya beberapa keluarga saja, dan sekarang sedang dipersiapkan," imbuhnya.

Baca juga: Relawan FPI Dihalang-halangi saat Evakuasi Banjir, Kuasa Hukum: Biar Mereka yang Ribet dan Pusing

Baca juga: Anies Sebut Banjir Jakarta Kiriman Depok, Plh Wali Kota: Wajar, Qadarullah Air dari Atas ke Bawah

Baca juga: 2 Tahun Berturut-turut Banjir Selalu Tinggi, Wali Kota Tangerang: Kasian Masyarakat

Selain itu, Pemkot juga menugaskan petugas Dinas Kesehatan untuk melakukan swab kepada warga di lokasi pengungsian untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

"Supaya yang sehat tidak bergabung dengan yang sakit atau OTG," jelas Wali Kota.

Lebih lanjut Arief menyampaikan, Pemkot telah membentuk posko-posko kesehatan, bantuan dan juga dapur umum untuk membantu masyarakat yang wilayahnya terdampak banjir.

"Kurang lebih 4.600 jiwa sudah dievakuasi, sedangkan yang masih bertahan akan dibantu dari posko yang ada," ungkap Arief.

Untuk mengurangi resiko banjir, sambungnya, Pemkot Tangerang meminta agar Pemerintah Pusat dapat segera melakukan normalisasi kali yang melintas di kawasannya.

Seperti Kali Cirarab, Angke dan membuat sodetan Kali Sabi agar banjir tidak kembali berulang.

Baca juga: Benarkah Pakai Kaus Kaki Bikin Lebih Cepat Tidur? Ini Faktanya

"Programnya sudah lama tapi belum mulai dikerjakan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Tangerang telah mendirikan sebanyak 60 posko kesehatan tanggap darurat dan 28 dapur umum yang tersebar di 10 kecamatan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved