Breaking News:

Musibah Banjir Tangerang Saat Pandemi Covid-19, Pengungsi Bakal Dilakukan Swab Test

Pemerintah Kota Tangerang akan melakukan swab test kepada pengungsi atau korban banjir di daerahnya.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah bersama Forkopimda meninjau lokasi pengungsian korban banjir dibilangan Perumahan Total, Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (20/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang akan melakukan swab test kepada pengungsi atau korban banjir di daerahnya.

Seperti diketahui, hingga Sabtu (20/2/2021) malam, Kota Tangerang masih digenangi banjir yang cukup tinggi.

Seperti yang terjadi di Perumahan Total Persada, Periuk, Kota Tangerang yang langganan banjir tiap tahun.

Baca juga: Daftar Sejumlah Titik Genangan di Jakarta dan Sekitarnya Minggu (21/2/2021) Pagi

Namun, musibah banjir kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya lantaran berada di tengah pandemi Covid-19.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah pun mengatakan, akan melakukan swab test kepada para pengungsi korban banjir.

Hal tersebut untuk mentracking dan mencegah penularan Virus Corona.

"Memang rencananya Dinas Kesehatan akan kita instruksikan melakukan swab. Tentu saja untuk mengantisipasi supaya pengungsi yang sehat tertular dengan OTG," kata Arief saya meninjau lokasi banjir di Total Persada, Kota Tangerang, Sabtu (20/2/2021).

Ia juga menginstruksikan kepada aparat setempat mulai dari lurah dan camat untuk meminimalisir jumlah pengungsi.

Bila membludak, tempat pengungsian harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Sudah saya instruksikan camat untuk memakai semua fasilitas yang tersedia dulu. Kalau di total Persada yang utama ini kan GOR tapi kalau kita lihat sekolah yang dipakai itu baru sedikit," kata Arief.

Ia pun meminta para camat yang wilayahnya tergenang banjir untuk melakukan mekanisme-mekanisme untuk para pengungsi agar tidak berkerumun.

"Di Kota Tangerang sekolah kan banyak, kita instruksikan semua ruangan kelas difungsikan minimal satu seluarga satu kelas supaya tidak berkumpul dengan keluarga yang lain," kata Arief.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved