Breaking News:

Ditahan karena Lempari Pabrik Rokok, Emak-emak Terpaksa Bawa Balitanya Mendekam di Penjara

Lantaran masih harus menyusui, dua emak-emak yang ditahan di Kejaksaan Negeri Praya, terpaksa membawa buah hatinya mendekam di penjara.

Hallo Sehat
Ilustrasi ibu menyusui. Lantaran masih harus menyusui, dua emak-emak yang ditahan di Kejaksaan Negeri Praya, Nusa Tenggara Barat terpaksa membawa buah hatinya mendekam di penjara. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Lantaran masih harus menyusui, dua emak-emak yang ditahan di Kejaksaan Negeri Praya, Nusa Tenggara Barat terpaksa membawa buah hatinya mendekam di penjara.

Dua emak-emak itu ditahan meski tengah menyusui balitanya

Apa yang dialami dua emak-emak itu mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.

Politisi Partai NasDem itu meminta agar empat ibu rumah tangga (IRT) yang ditahan bersama anaknya di Kejaksaan Negeri Praya, Nusa Tenggara Barat, segera dibebaskan.

Menurut Sahroni, proses penegakan hukum semestinya tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan karena ibu yang ditahan tersebut masih menyusui anaknya.

"Dalam hukum itu ada namanya aspek-aspek humanis yang perlu dipertimbangkan, apalagi para IRT ini masih dibutuhkan oleh anak-anaknya. Sangat tidak masuk akal kalau mereka sampai harus menyusui di penjara," kata Sahroni dikutip dari Antara, Senin (22/2/2021).

Sahroni pun mengaku telah menghubungi pihak kejaksaan dan polisi untuk segera membebaskan mereka.

Dia menilai, keputusan memenjarakan para ibu rumah tangga merupakan keputusan yang tidak bijaksana, tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Sahroni berpendapat, aksi para ibu rumah tangga melempar batu ke pabrik rokok yang membuat mereka dipenjara hanyalah bentuk perjuangan mereka melawan pencemaran lingkungan.

"Sebenarnya ibu-ibu ini hanya memperjuangkan haknya untuk bisa menghirup udara bersih. Jadi, tidak bisa dibenarkan kalau tindakan ini harus berakhir di tahanan," kata dia.

Baca juga: Denny Darko Terawang Asmara Amanda Manopo & Billy Usai Diisukan Putus: Hal Tak Diinginkan Terjadi

Baca juga: Jembatah Jalur Panturan Kabupaten Bekasi Amblas Akibat Banjir Luapan Sungai Citarum

Baca juga: Dua Mantan Vokalis Komentari Anies Tangani Banjir, Giring dan Pasha Beda Pendapat

Diberitakan sebelumnya, empat perempuan asal Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Praya sejak Rabu (17/2/2021).

Penahanan keempat wanita tersebut karena dilaporkan melempar pabrik tembakau UD Mawar, milik Suhardi pada 26 Desember 2020.

Dua dari empat ibu yang ditahan bahkan membawa serta balita ke Rumah Tahanan (Rutan) Praya Lombok Tengah.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Beda Nasib dengan TSK Video Syur, 4 Ibu Bersama Dua Balita Ditahan, DPR : Masa Menyusui di Penjara

Editor: Elga H Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved