Breaking News:

Jakarta Dikepung Banjir

Kronologi Pembubaran Relawan Beratribut FPI Saat Evakuasi Korban Banjir di Cipinang Melayu

Polrestro Jakarta Timur dan Kodim 0505 Jakarta Timur membubarkan relawan FPI yang hendak mengevakuasi warga

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ilustrasi. Kapolsek Makasar Kompol Saiful Anwar saat memberi keterangan terkait pembubaran relawan beratribut FPI 

Saiful menuturkan saat itu Danramil Kapten Inf Hadi Sasmugi, Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan, dan Dandim 0505 Jakarta Timur Kolonel Kav Edy Yunianto juga berada di lokasi.

Mereka ikut meminta tim relawan FPI menanggalkan seluruh atribut organisasi yang dikenakan bila hendak membantu petugas mengevakuasi warga ke posko pengungsian.

"Atribut yang menyangkut FPI saya suruh buka, kalau memang mau membantu di situ. Tapi kalau tidak mau, kalau mereka tetap mau pakai baju dan atribut FPI kita usir, jangan ada di situ," tuturnya.

Saiful menyebut sekitar 10 relawan FPI tersebut setuju menanggalkan atributnya, tapi mereka memilih pergi dari permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu.

Pun menurutnya jajaran Polrestro dan Kodim 0505 Jakarta Timur tetap membolehkan relawan FPI ikut membantu proses evakuasi warga setelah menanggalkan atribut.

"Mereka kalau memang mau buka baju, perahu disimpan, semua yang mengatasnamakan FPI. Setelah buka atribut itu mereka ikut bantu evakuasi warga dengan anggota TNI-Polri boleh. Asal memakai baju biasa, tidak mengatasnamakan FPI," lanjut Saiful.

Perihal apa relawan FPI meninggalkan bantuan logistik makanan bagi korban banjir saat pergi, Saiful mengatakan saat kejadian tidak ada bantuan logistik yang dibawa 10 orang itu.

Baca juga: Sejumlah Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dari Gambir dan Pasar Senen Dibatalkan

Baca juga: Pengungsi dan Warga di Lokasi Bencana Tanah Bergerak Berhamburan Karena Gempa

Baca juga: Hasil Liga Inggris Arsenal vs Man City: The Citizens Menang Berkat Gol Tunggal Raheem Sterling

Menurutnya saat kejadian bantuan yang hendak diberikan relawan FPI kepada warga RW 04 yang terdampak banjir sejak Jumat (19/2) yakni tenaga evakuasi dari rumah ke posko pengungsian.

"Enggak, enggak ada bantuan logistik. Bantuan tenaga untuk evakuasi masyarakat bersama-sama dengan kami anggota TNI-Polri yang sudah ada di situ. Mereka ada sepuluh orang, yang nyebur itu saya lihat hanya dua orang yang pakai pelampung FPI," sambung dia.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved