Breaking News:

Perbaikan Tanggul PHB Kali Cipinang di Susukan Terkendala Akses Alat Berat

Pemkot Jakarta Timur masih berupaya memperbaiki jebolnya tanggul PHB Kali Cipinang di RW 07, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Camat Ciracas Mamad, Jumat (13/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Jajaran Pemkot Jakarta Timur masih berupaya memperbaiki jebolnya tanggul PHB Kali Cipinang di RW 07, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas.

Meski sejak Sabtu (20/2) saat tanggul jebol terdampak longsornya tembok pembatas perbatasan RT 12 dan RT 06 penanganan sudah dilakukan.

Camat Ciracas Mamad mengatakan perbaikan tanggul PHB dan tembok pembatas terkendala karena lokasinya berada di gang permukiman warga.

Baca juga: Aksi Seorang Pria Maling Sepeda Motor Saat Hujan Deras di Cempaka Putih Terekam CCTV

"Puing-puingnya agak sulit diangkat karena cukup dalam, sementara alat berat tidak bisa masuk. Jadi penanganan dikerjakan dengan tenaga manual," kata Mamad saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (22/2/2021).

Sejak hari kejadian jajaran personel PPSU Kelurahan Susukan dan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Satpel Kecamatan Ciracas pontang-panting mengangkut puing.

Pasalnya bila tidak segera diangkut puing menyumbat debit air menuju Kali Cipinang sehingga dikhawatirkan justru meluap ke permukiman warga RT 06.

"Untuk penanganan sampai selesai diperkirakan butuh waktu sekitar satu minggu. Tapi warga RT 06 yang sebelumnya mengungsi karena banjir sudah kembali ke rumahnya," ujarnya.

Warga RT 06 yang kontur permukimannya lebih rendah dibanding RT 12 sehingga terdampak banjir mulai kembali ke rumah pada Minggu (21/2) pagi.

Tercatat sebanyak 110 Kepala Keluarga (KK) warga RT 06 sempat mengungsi karena rumahnya terdampak banjir lebih dari satu meter pada Sabtu (20/2).

Lurah Susukan Akmal menuturkan hingga kini masih berupaya mencari cara agar alat berat bisa masuk guna mengangkut puing guna mempercepat proses penanganan.

"Tapi agak sulit karena lokasinya berada dalam gang, tidak bisa masuk akses alat berat. Tapi penanganan masih terus dilakukan, dari PPSU dan Sudin SDA Jakarta Timur," tutur Akmal.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved