Breaking News:

Perpaduan Sains dan Budaya Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Kemajuan Bangsa

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, sains dan budaya adalah pilar kekuatan dan karpet merah bagi Indonesia.

Istimewa
Festival Sains dan Budaya (FSB) 2021 yang digelar Eduversal Indonesia 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan, sains dan budaya adalah pilar kekuatan dan karpet merah bagi Indonesia.

Dua hal itu tidak boleh ditinggalkan dalam membangun negeri ini agar bisa naik kelas seperti negara maju lainnya.

“Dua pilar kekuatan yang tidak boleh kita tinggalkan dalam pembangunan negara adalah sains dan budaya, perpaduan keduanya akan memberikan karpet merah negara ini untuk menjadi satu kelas dengan Jepang, Korsel, Perancis, Belanda, Inggris, Tiongkok, Amerika, dan negara lain yang lebih dulu memadukan hal itu dalam berbagai karya,” kata Ganjar dalam penutupan Festival Sains dan Budaya (FSB) 2021 yang digelar Eduversal Indonesia dan didukung Epson, Minggu (21/2/2021).

Menurutnya, para siswa-siswi yang ikut berkompetisi dalam ajang sains dan budaya diharapkan semaksimal mungkin belajar dan menguasai berbagai pengetahuan agar tidak menjadi generasi yang diremehkan.
Kompetisi FSB 2021 menjadi pintu masuk untuk terus mendalami sains dan budaya demi kemajuan bangsa.

“Pintu telah dibuka, maka kalian sebagai pelaku utama mesti lari yang sekencang-kencangnya agar tidak menjadi generasi yang diremehkan, agar tidak menjadi generasi yang diasingkan. Ini adalah pintu awal agar kalian serius mempelajari sains dan budaya,” tegasnya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Dany Amrul Ichdan menyatakan FSB adalah mahakarya anak bangsa untuk membentuk the rising star generasi muda Indonesia yang handal yang berdaya saing dan memiliki karakter yang kuat, punya kearifan lokal yang bisa mengangkat budaya masyarakat setempat.

“Kehebatan sebuah bangsa juga ditentukan oleh kekuatan akhlak, kekuatan karakter sebagai fondasi utamanya. Karenanya, transfer of knowledge, transfer of techonology dalam bidang penguasaan ilmu pengetahuan menjadi faktor yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing bangsa tapi di sisi lain transfer of value untuk memperkuat karakter anak bangsa adalah faktor yang terpenting untuk membuat generasi kita menjadi tangguh berdaya saing dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk memajukan masyarakat, daerah dan bangsa. Dan insya allah kita akan menemukan generasi-generasi Indonesia yang handal, the next rising star, the next leader Indonesia,” ujarnya.

Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji, dalam penutupan Festival Sains dan Budaya (FSB) Eduversal, Minggu (21/2/2021) menegaskan, generasi masa depan harus siap untuk menjadi inovator dan kreator. Kondisi ini jauh berbeda dengan yang dihadapi oleh generasi sebelumnya.

“Forum ekonomi dunia memprediksi 65 persen dari peserta didik yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar nantinya akan bekerja pada bidang yang hari ini saja bidang itu belum tercipta," kata Indra.

Ini artinya anak-anak kita harus disiapkan menjadi inovator dan kreator, berbeda dengan generasi saya dan para orang tua yang biasanya disiapkan untuk menjadi pencari kerja atau job seeker," lanjutnya.

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved