Breaking News:

Ratusan Warga Melayat, Jerit Tangis Warnai Persemayaman Jenazah Bocah yang Hanyut di Kali Bintaro 

Jerit tangis warnai persemayaman almarhum Farhan (9), di rumah duka di Jalan Haji Joan, Kelurahan Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Dok Basarnas Jakarta
Penemuan jasad bocah hanyut di Kali Kawasan Perumahan Japos, Ciledug, Kota Tangerang, Senin (22/2/2021). Jerit tangis warnai persemayaman almarhum Farhan (9), di rumah duka di Jalan Haji Joan, Kelurahan Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Jerit tangis warnai persemayaman almarhum Farhan (9), di rumah duka di Jalan Haji Joan, Kelurahan Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (22/2/2021).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Farhan hanyut di Kali dekat Perumahan Riverpark, Bintaro Sektor VIII, Pondok Aren pada Minggu (21/2/2021) siang. 

Saat itu ia sedang bersama lima temannya, diduga memang hendak bermain air di kali.

Namun, Farhan hanyut ditelan arus yang sedang deras.

Jerit tangis warnai persemayaman almarhum Farhan (9), di rumah duka di Jalan Haji Joan, Kelurahan Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (22/2/2021).
Jerit tangis warnai persemayaman almarhum Farhan (9), di rumah duka di Jalan Haji Joan, Kelurahan Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (22/2/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAH TOHIR)

Puluhan tim SAR gabungan mencari jasad Farhan.

Sampai sekira 24 jam, akhirnya Farhan ditemukan di aliran kali dekat Perumahan Japos. kawasan Ciledug, Kota Tangerang, pukul 13.25 WIB pada Senin (22/1/2021).

Baca juga: Gubernur Anies Klaim Banjir Surut Kurang dari 6 Jam, Komisi D DPRD DKI: Biar Rakyat yang Menilai

Baca juga: Blak-blakan Tantang Ayus, Aldi Taher Bongkar Keinginan Nikahi Nissa Sabyan: Dia Cantik

Baca juga: Modus Guru Les Bejat di Cilincing, Buat Perpustakaan Nyaman untuk Gaet Anak Didik ke Kontrakan

Dari titik hanyut, jarak penemuan jenazah mencapai 1,5 kilometer. 

Penantian dengan perasaan tak menentu itu yang membuat keluarga emosional.

Isak tangis pecah tatkala jasad ditemukan dalam kondisi utuh, namun sudah membiru.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved