Breaking News:

Ratusan Warga Melayat, Jerit Tangis Warnai Persemayaman Jenazah Bocah yang Hanyut di Kali Bintaro 

Jerit tangis warnai persemayaman almarhum Farhan (9), di rumah duka di Jalan Haji Joan, Kelurahan Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Dok Basarnas Jakarta
Penemuan jasad bocah hanyut di Kali Kawasan Perumahan Japos, Ciledug, Kota Tangerang, Senin (22/2/2021). Jerit tangis warnai persemayaman almarhum Farhan (9), di rumah duka di Jalan Haji Joan, Kelurahan Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. 

"Tadi kita berhasil dengan teknik penyapuan dari titik nol sampai lokasi penemuan," ujarnya. 

Setelah ditemukan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka.

"Kondisinya masih bagus karena masih 24 jam kita ketemukan. Belum ada memar-memar masih bagus," pungkas Aul.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Besok, 23 Februari 2021: Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan

Kakek Rela Tidak Tidur Menanti Kabar Cucu yang Hanyut di Kali Bintaro

Zainudin (54) memandangi kali di dekat Perumahan Riverpark, Bintaro Sektor VIII, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (22/2/2021).
Zainudin (54) memandangi kali di dekat Perumahan Riverpark, Bintaro Sektor VIII, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (22/2/2021). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Zainudin (54) terlihat duduk termangu di atas batu memandangi kali di dekat Perumahan Riverpark, Bintaro Sektor VIII, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (22/2/2021).

Memakai celana bahan hitam dan jaket biru dongker, tatapan Zainudin tidak lepas dari derasnya aliran kali.

Leher sampai kepalanya dibalut buff untuk menghalau dingin.

Pria tujuh cucu itu belum tidur sejak semalam.

Dari Minggu (21/2/2021) petang, Zainudin menunggu kabar pencarian cucu kesayangannya, Farhan (9).

Farhan hanyut ditelan derasnya Kali Bintaro saat hendak bermain bersama lima temannya yang lain. 

"Saya belum tidur semalam," kata Zainudin.

Baginya, Farhan berbeda dengan anak dan cucunya yang lain.

Zainudin yang seorang guru silat Cimande, melihat Farhan sebagai penerusnya. 

Selaian paling lincah dalam mengolah gerak, bocah SD itu juga rajin berlatih.

Kepada TribunJakarta.com, Zainudin menceritakan kenangan terakhirnya bersama sang cucu.

Saat itu malam Minggu (20/2/2021) Farhan berlatih silat Cimande.

Zainudin sudah memintanya agar berguru bela diri di perguruan silat lain, seperti beksi atau karate. 

"Saya suruh belajar sama orang lain itu dia tidak mau maunya sama saya, dia minta jurus saya ada jurus Cimande, jadi udah setahun lalu sampai kemarin saya ngajarin ke dia," tuturnya. 

Zainudin masih ingat betul permintaan terakhir Farhan. Bocah itu minta agar ilmu silat sang kakek diturunkan seluruhnya.

"Dia bicara sama saya jurusnya turunin buat dia semua jangan kasih ke orang sama jurus goloknya juga turunin," katanya.

Zainudin yang melihat cucunya masih kanak-kanak, memang belum mengajarkan jurus golok.

Zainudin mengakui cucunya memang jago, dari 33 jurus, 26 sudah dikuasainya. 

Bahkan kebolehan Farhan mendahului cucu dan anak Zainudin yang lain.

"Dia sudah menguasai 26 jurus, dia juga kalau disuruh berenti latihan enggak mau maunya terus latihan, fisiknya prima badanya kecil tapi keker," katanya.

Subuh saat hari-H kejadian, Farhan bangun sebelum azan subuh. Ia membangunkan Zainudin untuk salat berjemaah.

Sang kakek mengenang sarapan mereka pagi itu. Dengan uang Rp 5 ribu, Farhan membeli nasi uduk dengan telur dadar dan sepotong gorengan tahu.

Baca juga: Gubernur Anies Apresiasi Kinerja Cepat Petugas dan Warga dalam Penanganan Pascabanjir

Baca juga: Cerita Hartono Pelukis Spanduk Pecel Lele, Sudah Hasilkan 4.000-an Karya di Seluruh Indonesia

Baca juga: PHB Kali Cipinang Terdampak Longsor, 110 KK Warga Susukan Mengungsi Akibat Banjir

"Dia juga pagi hari sebelum kejadian sempat bangunin saya untuk salat subuh berjamaah, dia minta dia yang azan dan komat lalu saya imamin, setelah salat subuh dia minta uang untuk beli nasi uduk, dia ambil 5 ribu biasanya ambil 10 ribu," ujarnya.

Mereka pun makan bersama, Zainudin yang melihat cucunya makan lebih sedikit dari biasanya, hanya mengambil gorengan tahu.

"Dia memang cucu paling deket sama saya," ujar Zainudin sambil menengadah.

Meski tak banyak bicara, namun di hatinya Zainudin penuh harap. Setiap jeram dari derasnya arus ia perhatikan seksama. 

Ia ingin melihat cucu kesayangannya meski dalam keadaan tak bernyawa. 

Zainudin mengaku keluarga ikhlas, bahkan pada malam harinya sudah menggelar tahlilan untuk mendoakan Farhan sekaligus meminta kepada yang maha kuasa agar segera bisa ditemukan. 

"Agar bisa di makamkan dengan layak," pungkas Zainudin.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Kabid Penegak Perundang-undangan Satpol PP Tangsel, Sapta Mulyana, mengatakan sebelum hanyut, Farhan dan lima temannya memang berniat main di Kali Bintaro itu, sekira pukul 13.30 WIB, Minggu (21/2/2021).

Karena derasnya arus, Farhan dan seorang bocah lainnya hanyut.

Teman Farhan berhasil diselamatkan warga sekitar yang melihat kejadian.

Namun nahas, Farhan tidak terselamatkan ditelan arus yang sedang deras.

"Ada kemungkinan yang satu renang menolong tapi ada indikasi juga dua-duanya memang mau renang karena dua-duanya buka baju," kata Sapta di lokasi.

"Ada satu orang ketolong teman kita pengojek yang kebetulan sedang mangkal. Dia lompat mengambil pelepah kelapa menjukurkan ke korban yang masih kuat berkomunikasi kemudian pegangan, ditarik, masih bisa diselamatkan," imbuhnya.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI dan Polisi, berjibaku di lokasi mencari Farhan.

Namun sudah seharian, jasad Farhan belum juga ditemukan.

"Dari titik nol kita sudah 50-100 meter pencarian," kata Sapta.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, terlihat sejumlah titik di aliran kali Riverpark itu dipasang jaring.

Beberapa anggota dari Tim SAR gabungan juga menyelam ke dalam sungai meraba-raba dasar sungai mencari keberadaan Farhan

Tali dibentangkan melintang kali sebagai pegangan anggota yang berusaha menyelam.

Sampai pukul 13.00 WIB, Farhan belum juga ditemukan. 

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved