Breaking News:

Suasana Jalan Pantura Kabupaten Bekasi, Masih Lumpuh Akibat Banjir Luapan Sungai Citarum

Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi berdampak pada akses jalan utama Jalan Raya Rengas Bandung, Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi terputus.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Akses Jalan Rengas Bandung Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, merupakan akses jalur pantura perbatasan Kabupaten Karawang putus akibat banjir, Senin (22/2/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, KEDUNG WARINGIN - Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi berdampak pada akses jalan utama Jalan Raya Rengas Bandung, Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi terputus.

Ruas jalan tersebut merupakan Jalur Pantura yang menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pantauan TribunJakarta.com, kondisi jalur pantura Kabupaten Bekasi masih lumpuh, genang masih membanjiri ruas jalan, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Tanggul Jebol Sebabkan Banjir Beberapa Desa di Wilayah Kabupaten Bekasi, 8.500 Rumah Terendam

Akses Jalan Rengas Bandung Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, merupakan akses jalur pantura perbatasan Kabupaten Karawang putus akibat banjir, Senin (22/2/2021).
Akses Jalan Rengas Bandung Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, merupakan akses jalur pantura perbatasan Kabupaten Karawang putus akibat banjir, Senin (22/2/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Ketinggian air yang menggenangi ruas jalan sudah mulai surut ketimbang ketinggian air pada saat banjir kemarin, Minggu (21/2/2021).

Tado (19) warga setempat mengatakan, ketinggian air pada banjir kemarin terjadi cukup parah dengan ketinggian kurang lebih setengah meter.

"Kemarin jalan ini lumpuh, banjir sekitar setengah meter, enggak bisa dilaluin kendaraan," kata Tado.

Air lanjut dia, mulai berangsur surut sejak dini hari, ruas jalan yang tadinya tertutup banjir mulai terlihat meski kondisinya belum dapat dilintasi.

"Kemarin hampir sekitar satu kilo ketutup banjir, air Sungai Citarum meluap sampai ke jalan utama sini," tutur.

Adapun selain membuat akses jalur pantura pitus, banjir juga menggenangi pemukiman warga yang ada di dekat aliran kali.

Banjir mengakibatkan rumah warga terendam dengan ketinggian kurang lebih dua meter, sejumlah warga masih tampak mengungsi di beberapa lokasi.

Titik lokasi pengungsi terdapat di sekitar jalur rel kereta api, tenda-tenda pengungsian secara mandiri dibangun warga terdampak banjir.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved