Breaking News:

ALSA Indonesia Minta Pemerintah Benahi Over Capacity di Rutan dan Lapas, Mahfud MD Cari Jalan Keluar

diskusi tentang kondisi Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan yang melebihi kapasitas.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Menkopolhukam Mahfud MD menjadi pemateri dalam diskusi ALSA Indonesia Legal Discussion #5 dengan “Fenomena Overcrowded dalam Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia," 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asian Law Students’ Association National Chapter Indonesia (ALSA Indonesia) kembali menggelar diskusi tentang kondisi Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan yang melebihi kapasitas.

Pemateri dalam diskusi yang dilakukan secara virtual ini, diantaranya Menkopolhukam Mahfud MD.

Dalam diskusi itu, Presiden ALSA Indonesia Khalifah Al Kays mengatakan bahwasanya problematika ini sudah lama keberadaannya.

Tapi belum ada langkah efektif agar benar-benar tujuan pemidanaan narapidana dapat tercapai.

"Atas dasar itulah ALSA Indonesia menggelar Legal Discussion #5 dengan tema 'Fenomena Overcrowded dalam Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia'," ujar Al Kays melalui Zoom meeting, Senin (22/2/2021).

ALSA Indonesia menggelar Legal Discussion #5 dengan tema “Fenomena Overcrowded dalam Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia
ALSA Indonesia menggelar Legal Discussion #5 dengan tema “Fenomena Overcrowded dalam Rumah Tahanan Negara dan Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia". (ISTIMEWA)

Al Kays berharap dengan tanggapan dan kajian yang dibawakan oleh ALSA Indonesia Specialized Research Team (AISRT) banyak yang bisa dibicarakan dan menjadi solusi alternatif untuk membenahi kondisi overcrowded Rutan dan Lapas.

Dalam kesempatan itu, Kasubdit Integrasi Narapidana Dan TPP Ditjen Pemasyarakatan, Kemenkumham RI, Aris Munandar mengatakan, kapasitas seluruh lapas di Indonesia kurang lebih ada 110.000.

Sementara saat ini ada sekitar 200 ribu narapidana yang menempati Rutan maupun Lapas yang ada di Indonesia.

Upaya yang telah dilakukan oleh Ditjen Pemasyarakatan dalam menangani fenomena overcrowded sejauh ini adalah dengan adanya asimilasi di rumah.

Tercatat pada tahun 2020 terdapat 69.000 tahanan yang diberikan asimilasi, sehingga untuk saat ini yang didalam lapas adalah tahanan A3 dan yang sudah inckracht.

Selain itu, kami juga selalu melakukan sosialisasi terkait 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) serta menyediakan vitamin.

"Masalah kelebihan kapasitas Rutan dan Lapas juga dapat ditanggulangi dengan adanya upaya keadilan restoratif dari para penegak hukum untuk menanggulangi fenomena overcrowded,” tutur Aris Munandar.

Sementara itu Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan salah satu jalan keluar dari overcrowded dalam Rutan dan Lapas adalah dengan adanya penurunan kejahatan dan diiringi dengan pembangunan lapas.

"Selain itu, terdapat kebijakan-kebijakan kebijakan politik hukum yang dapat didiskusikan kebijakan baru dimana jenis kejahatan tertentu atau jangka waktu tertentu tidak perlu dikirim melalui rutan ataupun lapas,” ucap Mahfud.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved