Jakarta Dikepung Banjir

Didepak dari Kadis SDA, Juaini Sempat Akui Sumur Resapan Andalan Anies Atasi Banjir Jauh dari Target

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendepak Kadis SDA Juaini Yusuf dari posisinya. Juaini sempat beberkan program sumur resapan.

Dok Sudin SDA Jakarta Pusat
Petugas dari Sudin SDA Jakarta Pusat sedang membangun sumur resapan air di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendepak Kepala Dinas Sumber Daya Air atau Kadis SDA Juaini Yusuf dari posisinya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendepak Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta atau Kadis SDA Juaini Yusuf dari posisinya.

Sebelum didepak, Juaini sempat mengungkapkan program sumur resapan atau drainase vertikal yang menjadi andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menangani banjir di Jakarta

Juaini kini turun kelas setelah digeser Anies menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara menggantikan Ali Maulana Hakim yang diangkat sebagai Wali Kota Jakarta Utara.

Jabatan Juaini yang dilantik Anies sejak 8 Juli 2019 lalu penting dalam penanganan banjir di Ibu Kota.

Posisi Juani pun digantikan oleh Yusmada Faizal yang sebelumnya menjabat Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Padahal, Pemprov DKI Jakarta mengklaim berhasil mengatasi banjir yang menerjang ibu kota di awal tahun 2021 ini.

Bahkan, banjir yang terjadi tahun ini diklaim bisa surut hanya dalam kurun waktu enam jam. Lokasi terdampak banjir pun diklaim berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Juanini Beberkan Program Sumur Resapan

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf saat ditemui di gedung DPRD DKI, Senin (22/2/2021).
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf saat ditemui di gedung DPRD DKI, Senin (22/2/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah mencanangkan pembuatan 1,8 juta sumur resapan untuk mengatasi banjir ibu kota.

Proyek pembuatan sumur resapan itu bakal dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun, mulai 2020 hingga 2022 mendatang.

Meski optimis mampu membuat jutaan sumur resapan, nyatanya realisasi dari proyek tersebut sangat rendah.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf menuturkan hingga saat ini baru 2.974 sumur resapan yang berhasil dibangun.

"Kalau SDA sendiri kemarin (2020) sudah sampai 2.974 sumur resapan," ucapnya saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).

Ini artinya, program pembuatan sumur resapan yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan masih jauh dari target.

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat membangun sumur resapan di wilayah Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2020).
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat membangun sumur resapan di wilayah Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2020). (Diskominotik Jakarta Pusat)

Bahkan, progres pengerjaannya belum mencapai satu persen dari target di 2020 lalu.

Padahal, pembuatan drainase vertikal ini sejatinya sangat sederhana, yaitu hanya dengan membuat lubang.

Juaini beralasan, pihaknya terkendala masalah vendor yang hanya ada dua di tahun 2020 lalu.

Namun, ia memastikan, pihaknya bakal mengebut pengerjaan sumur resapan di tahun 2021 ini.

"Kemarin kenapa lambat? Karena vendornya cuma dua, nah sekarang lagi diproses, vendornya itu ada 100," ujarnya.

"Kami harapkan banyaknya vendor jadi yang kerja juga banyak, sehingga program bisa cepat kami jalankan," tambahnya menjelaskan.

Dikutip dari Kompas.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal melanjutkan pembuatan lebih dari satu juta sumur resapan atau drainase vertikal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan tinjauan di Pintu Air Manggarai, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/2/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan tinjauan di Pintu Air Manggarai, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/2/2021). (Istimewa/Dok Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta)

Seperti diketahui, program pembuatan sumur resapan ini menjadi salah satu pengendalian banjir Jakarta.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarya Juaini mengatakan, nantinya program pembuatan sumur resapan atau drainase vertikal ini akan melibatkan masyarakat dalam pengerjaannya.

Namun, untuk material yang diperlukan akan difasilitasi oleh Dinas SDA DKI Jakarta.

"Rencananya, nanti kita minta pembuatan ini dilakukan secara padat karya. Jadi, dari warga bisa ikut andil membuat sumur resapan," ucap Juaini dalam rapat pengendalian banjir yang ditayangkan akun Youtube Pemprov DKI, Kamis (6/8/2020).

Ia menjelaskan, pengerjaan sumur akan dimulai tahun 2020 hingga 2022, memiliki target 60 titik sumur resapan setiap satu rukun tetangga (RT).

Rinciannya, 82.020 sumur resapan dari 1.367 RT di Jakarta Pusat, 364.620 sumur resapan dari 6.077 RT di Jakarta Selatan, 311.940 sumur resapan dari 5.199 RT di Jakarta Barat, dan 428.160 sumur resapan dari 7.136 RT di Jakarta Timur.

Sementara itu, untuk sumur resapan tak akan dibangun di Jakarta Utara.

"Untuk di Utara, kita enggak bisa bangun karena kondisinya airnya dangkal. Digali 1 meter saja, air sudah timbul," tuturnya.

Sebenarnya, program pembangunan sumur resapan sudah dikerjakan di sejumlah titik, seperti di gedung pemerintah daerah, RPTRA, sekolah-sekolah, kantor kelurahan, masjid, dan taman kota.

Diragukan DPRD DKI

Ida Mahmudah
Ida Mahmudah (YouTube/Kompas Tv)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengaku ragu dengan program sumur resapan yang dicanangkan Pemprov DKI.

Pasalnya, banjir kembali mengepung ibu kota di awal tahun 2021 ini. Bahkan, setidaknya sudah tiga kali DKI Jakarta dilanda banjir di bulan Februari ini.

Banjir paling parah terjadi pada Sabtu (20/2/2021) lalu, dimana ada 113 RW terendam banjir di Jakarta.

"Seharusnya efektif itu bila tidak terjadi banjir. Nah, kalau efektif tapi banjir kan sama saja bohong," ucapnya, Senin (22/2/2021).

Ia pun ragu, Pemprov bisa menyelesaikan pembuatan 300 ribu sumur resapan di tahun 2021 ini.

Untuk itu, ia menyayangkan anggaran Rp 400 miliar yang telah dialokasikan untuk pembuatan sumur resapan.

"Sayang banget, padahal anggaran hampir Rp 400 miliar besok," ujarnya di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf tetap kekeh menyebut program pembuatan sumur resapan efektif dalam mengatasi banjir di ibu kota.

Beberapa lokasi yang sebelumnya kerap tergenang pun kini diklaim Juaini bebas banjir, seperti di kantor Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

"Sangat efektif ya, beberapa lokasi yang selama ini sering terjadi genangan, di lokasi itu karena ada sumur resapan (air) hilang lari ke sumur resapan," kata dia.

Meski demikian, Juaini mengakui, pembuatan sumur resapan yang telah rampung dibuat masih jauh dari target.

Pasalnya, baru 2.974 sumur resapan yang dibuat di tahun 2020 lalu. Jauh dari harapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menargetkan 1,8 juta sumur resapan.

"Kemarin kenapa lambat? Karena vendornya cuma dua. Nah, sekarang lagi diproses vendornya, ada 100," tuturnya.

"Kami harapkan, vendornya banyak jadi yang kerja juga banyak, sehingga program bisa cepat kami jalankan," tambahnya menjelaskan.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hari ini melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI.

Total ada 13 orang pejabat yang dilantik Anies hari ini di Balai Kota DKI Jakarta.

Baca juga: 4 Hari Banjir 2 Meter, Warga Periuk Tangerang Butuh Bantuan Alat Kebersihan

Baca juga: Ayus Khilaf Selingkuh dengan Nissa Sabyan, Eks Personel Sabyan Bangga: Sahabat Saya Luar Biasa

Baca juga: 4 Tahun Buka, Terkuak Dokter Kecantikan Ilegal di Ciracas Ternyata Eks Perawat, Ini Siasat Liciknya

Berikut daftar 13 pejabat yang hari ini dilantik Anies:

1). Julia Leli Kurniatri Menjadi Kepala Kantor Regional V BKN Jakarta;

2). Sigit Widjatmoko menjadi Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah DKI Jakarta;

3). Syaefuloh Hidayat menjadi Inspektur Provinsi DKI Jakarta;

4). Dhany Sukma menjadi Wali Kota Jakarta Pusat;

5). Ali Maulana Hakim menjadi Wali Kota Jakarta Utara;

6). Maria Qibtya sebagai Kepala Badan Kepegawain Daerah DKI Jakarta;

7). Yusmada Faizal sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta;

8). Premi Lestari sebagai Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta;

9). Chaidir sebagai Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta;

10). Juani Yusuf sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Utara;

11). Bayu Meghantara sebagai Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda DKI Jakarta;

12). Lin Mutmainnah sebagai sekretaris kota administrasi Jakarta Barat;

13). Afan Adriansyah Idris sebagai Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Pemprov DKI. (*) (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved