Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Penjelasan Pihak Pakons Prime Hotel Soal Dugaan Pembuangan Limbah Medis di Bogor

Public Relations Pakons Prime Hotel, Sekar pun meminta maaf atas kabar yang meresahkan warga Tangerang dan Bogor tersebut.

Dok Camat Tenjo via KOMPAS.com
Sejumlah petugas memusnahkan limbah medis yang ditemukan di pinggir Jalan Raya Tenjo, Kampung Leuweng Gede, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (2/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pihak Pakons Prime Hotel Tangerang buka suara soal kejadian yang menyerempet namanya beberapa pekan lalu.

Telah diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian menemukan banyak tumpukan sampah yang berisi limbah medis disebuah sawah, Tenjo, Kabupaten Bogor.

Di dalam sampah tersebut tertulis adalah kepemilikan dari Hotel Pakons Prime Hotel.

Padahal, Pakons Prime Hotel ditunjuk sebagai rumah isolasi mandiri untuk pasien OTG Covid-19 oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Public Relations Pakons Prime Hotel, Sekar pun meminta maaf atas kabar yang meresahkan warga Tangerang dan Bogor tersebut.

Pakons Prime Hotel di Kota Tangerang terindikasi membuang limbah medis ke kawasan Kabupaten Tangerang yang sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi soal pemberitaan yang menimpanya, Kamis (11/2/2021).
Pakons Prime Hotel di Kota Tangerang terindikasi membuang limbah medis ke kawasan Kabupaten Tangerang yang sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi soal pemberitaan yang menimpanya, Kamis (11/2/2021). (TribunJakarta/Ega Alfreda)

Sekar dalam keterangan resminya menjelaskan soal kronologi awal kejadian itu versi Pakons Prime Hotel

"Kronologi yang benar atas kejadian yang telah terjadi adalah Saudara A yang merupakan driver dari vendor Laundry, menawarkan jasa secara individual atau pribadi," kata Sekar, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Car Wash di Jatinegara Pekerjakan Penyandang Disabilitas: Berasal dari Korban PHK

Baca juga: 2 Oknum Polisi Jual Senjata Api ke KKB di Papua, 2 Hukuman Berat Menanti:Terancam Dipecat dari Polri

Baca juga: Istri Sering Ditelpon Orang Lain, Menel Kesal dan Cemburu: Nekat Habisi Korban Pakai Kayu Balok

Pasalnya, penawaran tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan vendor laundry.

Menurut Sekar, A mematok harga Rp 1 juta untuk sekali buang limbah medis.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved