Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Ricuh Berebut Vaksin Covid-19 di Blok A Pasar Tanah Abang, Pedagang Salahkan Petugas Tak Bisa Atur

ratusan pedagang berebut vaksinasi Covid-19 di Lantai 8 Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2021) siang. 

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
ratusan orang mengantre vaksinasi Covid-19 gratis di Lantai 8 Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pukul 12.00 WIB, Selasa (23/2/2021). 

Pada kesempatan yang sama, Ayu (35), mengatakan sempat terjadi ricuh saat kegiatan vaksinasi Covid-19 di sana, pada Senin kemarin.

"Kemarin sore sempat ricuh di lantai delapan (Blok A Pasar Tanah Abang)," kata Ayu, sebagai pedagang pakaian di sana.

"Karena pedagang belum dapat vaksin juga dari yang dijanjikan. Soalnya diundur-undur terus sejak Jumat," lanjutnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mendatangi Blok A Pasar Tanah Abang guna memantau vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, pada Rabu (17/2/2021).

Anies menyatakan, terdapat 1.500 orang yang mengikuti vaksinasi Covid-19 hari ini.

"Pagi ini di pusat perdagangan Pasar Tanah Abang dimulai vaksinasi untuk para pedagang dan para pekerja," kata Anies, saat diwawancarai awak media, di lokasi.

"Di Pasar Tanah Abang jumlah total yang terdaftar ada 9.791 orang. Per hari akan divaksin 1.500," lanjutnya.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 ini akan menjadi percontohan nantinya.

Baca juga: Tak Capai Target, Baru 2.817 Pedagang Pasar Tanah Abang yang Disuntik Vaksin, Apa Kendalanya?

"Ini nantinya akan menjadi salah satu cara untuk menemukan format vaksinasi yang dilakukan di pusat-pusat pertokoan," jelas Anies.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Ini dikerjakan bersama Kemenkes dengan Pemprov DKI Jakarta. Harapannya nanti semua pekerja di pusat perdagangan akan bisa mendapatkan vaksin, mulainya dari Tanah Abang," tutup dia.
Sebelumnya, vaksinasi Covid-19 di Blok A Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat akan berlangsung enam hari ke depan.

"Di tempat ini kan kami harapkan ada lima sampai enam hari. Ya sampai selesai pokoknya," kata Dirjen Kementerian Kesehatan, Maxi Randonowu, saat diwawancarai awak media, di Pasar Tanah Abang, Selasa (16/2/2021).

Namun, kata dia, bagi para pedagang yang belum terdata dapat mendaftarkan diri secara langsung di tempat.

"Itupun kami punya mekanisme untuk daftar di lokasi," tutur dia.

"Jadi kalau ada pedagang pasar yang belum terdaftar, mereka akan ditentukan oleh pengelola pasar. Itu akan dilayani," tutupnya.

Diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut penyuntikan vaksinasi tahap kedua bakal dimulai Rabu (17/2/2021) besok.

Rencananya, program vaksinasi tahap kedua ini pertama kali bakal diberikan kepada para pedagang.

Ariza menyebut, setidaknya ada 10 ribu pedagang yang bakal menerima vaksin buatan Sinovac ini.

"Tahap kedua vaksin akan dimulai Rabu. Di antaranya adalah untuk pedagang pasar, dari 153 pasar, DKI sudah menyiapkan data kurang lebih 10 ribu," ucapnya, Selasa (17/2/2021).

Politisi Gerindra ini memastikan, pihaknya melalui Dinas Kesehatan telah melakukan persiapan jelang vaksinasi tahap kedua ini, mulai dari fasilitas kesehatan, vaksinator, hingga dosis vaksin yang dibutuhkan.

"Kami menunggu saja sesuai dengan aturan dan ketentuannya, tahapan demi tahapan, kemudian juga pendataannya," ujarnya di Balai Kota.

Dikutip dari Kontan.co.id, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi tahap kedua yang menyasar petugas pelayanan publik dan kelompok masyarakat usia lanjut (lansia) secara umum akan dimulai pada minggu depan.

Namun, sebagai pilot project pada Rabu, 17 Februari 2021 akan mulai dilakukan vaksinasi pertama kepada pedagang pasar yang ada di Tanah Abang, Jakarta.

"Petugas pemberi layanan publik akan kita mulai secara umum itu minggu depan tapi besok (Rabu) itu mulai pemberian ke pedagang pasar," kata Nadia saat Konferensi Pers Daring pada Senin (15/2).

Pedagang pasar menjadi prioritas lantaran, pasar menjadi lokasi dengan interaksi dan mobilitas orang yang sangat besar.

Oleh karenanya pedagang pasar ditunjuk menjadi prioritas tanpa memperhatikan kedudukan tempat tinggalnya dan kewilayahannya.

Lebih lanjut, biasanya penentuan vaksinasi berdasarkan kewilayahan misalnya di mana dia tinggal sehingga dilakukan vaksinasi.

Tak hanya di lingkup pasar, nantinya prioritas vaksinasi tahap kedua juga menyasar tempat-tempat pariwisata.

"Kita kelompokkan misalnya bahwa klaster pasar Tanah Abang semua kita lakukan vaksinasi karena sebagian besar aktivitas daripada masyarakat itu akan berada di pasar Tanah Abang. Jadi interaksinya akan terjadi banyak di pasar tersebut itulah pendekatan klaster dalam hal ini yang berbeda dengan pendekatan yang biasanya kita lakukan," jelasnya.

Vaksinasi bagi petugas pelayanan publik akan dikonsentrasikan 70 persen di Jawa-Bali.

Dimana akan dimulai dengan Ibukota Provinsi dan Kabupaten/Kota yang merupakan penyangga Provinsi.

Hal tersebut karena kasus paling banyak dan mobilitas paling banyak terjadi.

"Yang kita tahu secara epidemiologi penyakit Covid-19 ini paling cepat penularannya akibat karena mobilitas. Ini yang kita maksud sebagai pendekatan klaster atau pendekatan secara memperhatikan zona risiko," kata Nadia.

Adapun untuk vaksinasi kepada lansia, Nadia mengungkapkan beberapa provinsi sudah melakukan vaksinasi namun baru ditujukan kepada lansia di atas 60 tahun yang menjadi petugas kesehatan.

Vaksinasi kepada lansia diharapkan dapat terselesaikan pada periode Februari sampai dengan April.

Percepatan vaksinasi kepada lansia mengingat bahwa kelompok masyarakat ini merupakan paling rentan terhadap penularan Covid-19.

Dimana mayoritas kematian yang terjadi karena Covid-19 berasal dari kelompok masyarakat lansia.

"Kita tahu angka kematian yang tentunya sangat rentan pada kelompok lanjut usia," imbuhnya.

Rentang waktu pemberian dosis kedua kepada lansia ialah 28 hari. Kemudian untuk suntikan kedua bagi penerima vaksin usia 18 tahun-59 tahun diberikan dalam rentang waktu 14 hari.

Kemudian untuk ketersediaan vaksin, pemerintah sudah menghitung kebutuhan dari penerima 181,5 juta orang.

Data tersebut disebut sudah termasuk penyintas Covid-19 dan juga penduduk usia 18 tahun-59 tahun tanpa komorbid serta komorbid terkontrol.

"Perhitungan jumlah vaksin ini masih mencukupi untuk sampai 426 juta dosis. Nah perlu diingat juga 426 juta dosis itu sudah ditambah waste rate-nya sekitar 15 persen jadi ada space di sana," ungkapnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved