Breaking News:

Sebelum Pandemi Covid-19, Klinik Kecantikan Ilegal Zivemine Skincare Layani 100 Pasien Per Bulan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Zivemine Skincare melayani 100 pasien setiap bulannya.

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Konferensi pers pengungkapan kasus klinik kecantikan ilegal di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Klinik kecantikan ilegal Zivemine Skincare di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, sudah beroperasi selama empat tahun sejak 2017.

Klinik yang tidak terdaftar di Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta itu dikelola oleh tersangka wanita berinisial SW alias Y.

Ia juga berperan sebagai dokter di klinik tersebut, meski tidak memiliki keahlian di bidang kecantikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Zivemine Skincare melayani 100 pasien setiap bulannya.

"Sebelum pandemi Covid-19, itu rata-rata pasien dari pelaku itu sekitar 100 orang per bulan," kata Yusri saat merilis kasus ini di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2021).

Namun, selama pandemi Covid-19, tersangka mengaku jumlah pasiennya mengalami penurunan.

Baca juga: Selokan di Koja Mirip di Jepang, Sulap Got Kotor Jadi Tempat Habitat Ikan Air Tawar

Baca juga: Tak Lolos Tes Kesehatan, Sejumlah Lansia di Puskesmas Kramat Jati Tunda Vaksinasi Covid-19

"Karena pandemi agak berkurang, pengakuannya hanya sekitar 30 orang," tutur Yusri.

Yusri menuturkan, tersangka memanfaatkan media sosial untuk menawarkan perawatan kecantikan.

"Dia (tersangka) sampaikan melalui Instagram, yang mau silakan hubungi Whatsapp-nya. Nanti akan dia datangi langsung ke rumah para konsumen," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved