Breaking News:

Jakarta Diterjang Banjir

Wagub Riza Patria Perintahkan Anak Buahnya Cek Pengembang Nakal Jadi Penyebab Banjir di Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria  memerintahkan anak buahnya melakukan pengecekan pengembang dan pemilik bangunan nakal

Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga menaiki perahu karet melintasi banjir yang melanda Jalan Raya Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Hujan deras yang mengguyur Jabodetabek sejak Jumat (19/2/2021) malam, membuat kawasan Kemang terendam banjir hingga ketinggian 1,5 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria  memerintahkan anak buahnya melakukan pengecekan pengembang dan pemilik bangunan yang jadi biang masalah banjir di DKI Jakarta.

"Ya memang kami sudah menginventarisir, kami mengadakan rapat, kami akan mengecek," ucapnya, Selasa (23/2/2021).

Ariza tak memungkiri ada pengembang nakal yang tidak memperhatikan lingkungan dalam melakukan pembangunan.

Baca juga: Minimalisir Kebanjiran, Wakil Gubernur DKI Minta Warga Kemang Buat Parkiran Lebih Tinggi

Baca juga: Wakil Gubernur DKI Ariza Persilahkan Warga Ajukan Gugatan Bila Alami Kerugian Akibat Banjir

Menurutnya, pengecekan dilakukan kepada semua bangunan yang ada Ibu Kota.

"Ada developer di Jakarta justru kehadirannya mengakibatkan masalah di lingkungan sekitar," ujarnya di Balai Kota.

"Ini sedang kami inventarisir, pada waktunya nanti kami akan panggil, kami akan diskusi supaya para developer ikut bertanggung jawab atas berbagai masalah," tambahnya.

Bila tetap membandel, Ariza mengancam bakal meninjau kembali semua perizinan milik pengembang tersebut.

"Kami cek lagi IMB-nya, Amdalnya, sertifikat layak huninya, dan segala macamnya," tuturnya.

Minta pengelola gedung di Kemang tinggikan parkiran

meminta warga dan tempat usaha di kawasan Kemang, Jakarta Selatan membuat parkiran yang lebih tinggi.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada kendaraan milik warga ataupun pelanggan yang terendam banjir.

"Kami minta seluruh manajemen apartemen, hotel, restoran, dan sebagainya apabila berada di titik-titik yang berpotensi tergenang air, seperti di Kemang, pastikan semua tamunya, mobilnya, ditempatkan di tempat yang tinggi," ucapnya, Selasa (23/2/2021).

Kemang merupakan salah satu wilayah langganan banjir di ibu kota.

Baca juga: Wakil Gubernur DKI Ariza Persilahkan Warga Ajukan Gugatan Bila Alami Kerugian Akibat Banjir

Dengan meninggikan parkiran, diharapkan kerugian yang timbul akibat banjir yang melanda kawasan itu bisa diminimalisir.

"Jadi, kalau ada genangan air yang datang ketika kita tidur, mobil kita tidak tergenang seperti yang terjadi di Kemang," ujarnya.

Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat masih akan mengguyur Jakarta hingga awal Maret mendatang.

Untuk itu, politisi Gerindra ini meminta warga Jakarta tetap bersiaga menghadapi kemungkinan banjir yang bisa kembali menerjang.

"Sekalipun masyarakat sudah membersihkan lingkungan masing-masing, rumah masing-masing, kita harus bersiap-siap menghadapi hujan ekstrem yang mungkin akan timbul dalam dua tiga hari ke depan," tuturnya.

"Termasuk juga di minggu depan, di akhir bulan atau awal bulan Maret," tambahnya menjelaskan.

Seperti diketahui, hujan deras yang melanda Jakarta pada Sabtu (20/2/2021) dini hari menyebabkan ratusan pemukiman warga terendam banjir, tak terkecuali kawasan Kemang, Jakarta Pusat.

Tercatat ada 113 RW yang tersebar di sejumlah kota administrasi yang terendam banjir.

Ribuan warga pun terpaksa mengungsi di 44 posko pengungsian yang telah disiapkan Pemprov DKI.

Bahkan, dilaporkan ada lima orang warga yang tewas akibat banjir yang terjadi Sabtu lalu.

Empat dari lima orang tersebut masih berusia anak-anak dan satu lainnya merupakan seorang lansia yang terjebak di rumahnya saat banjir.

Pemprov DKI siap digugat warga DKI

Ariza menanggapi wacana pengajuan gugatan yang bakal digulirkan warga Kemang, Jakarta Selatan.

"Terkait class action itu hak masyarakat. Negara kita negara hukum, negara kita negara demokrasi," ucapnya, Selasa (23/2/2021).

Namun, sebelum mengajukan gugatan, Ariza meminta warga melihat data banjir dan membandingkannya dengan tahun-tahun sebelumnya.

Politisi Gerindra ini menegaskan, Pemprov DKI telah berupaya sebaik mungkin membuat rencana dan mengimplementasikan program penanganan banjir semaksimal mungkin.

"Tolong semuanya lihat fakta dan data. Semua pemerintah siapapun gubernurnya, siapapun presidennya pasti ingin memberikan yang terbaik bagi warganya, bagi masyarakat, bagi rakyatnya," ujarnya.

"Tidak terkecuali terkait pengendalian banjir, macet, dan semua masalah. Pasti para pemimpin ingin memberikan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat," tambahnya menjelaskan.

Meski demikian, Ariza mengakui, Pemprov DKI tak bisa bekerja sendiri dalam penanganan banjir.

Pasalnya, banjir yang kerap melanda Jakarta kerap disebabkan oleh air kiriman dari wilayah hulu.

"Mengatasi banjir di Jakarta harus bekerja sama dengan daerah di sekitar Jakarta dan juga dengan pemerintah pusat," kata dia.

Demi mengatasi banjir yang kerap terjadi saat musim hujan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah melakukan pembangunan waduk di kawasan Cimahi dam Ciawi.

Ariza pun berharap, waduk tersebut bisa menjadi solusi mengatasi banjir di ibu kota.

"Insya Allah akhir tahun ini selesai. Mudah-mudahan ke depan akan memberikan kontribusi terkait pengendalian banjir, mengurangi banjir setidaknya 11 persen," tuturnya. (*)

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved