Breaking News:

Bagaimana Dampak Pasar Mobil Bekas saat Kebijakan Relaksasi PPnBM Diterapkan, Ini Kata Penjual

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, aturan lanjutan secara teknis dari kebijakan PPnBM nol persen akan segera keluar.

Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Showroom Auto Dienar di Jalan Raya Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur. Bagaimana Dampak Pasar Mobil Bekas saat Kebijakan Relaksasi PPnBM Diterapkan, Ini Kata Penjual 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan tahap finalisasi dari aturan relaksasi Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, aturan lanjutan secara teknis dari kebijakan PPnBM nol persen akan segera keluar.

"Untuk PPnBM kendaraan bermotor itu kita akan segera keluarkan. Sekarang di dalam proses finalisasi dan itu berarti harmonisasi dan kemudian kita akan keluarkan," ujarnya saat konferensi pers, Selasa (23/2/2021).

Menurut Sri Mulyani, finalisasi itu sesuai yang ditegaskan di dalam pengumuman oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya.

"Ini akan berlaku mulai 1 Maret 2021," katanya.

Dia menambahkan, pemerintah akan tetap memberikan insentif PPnBM sebesar 100 persen untuk kuartal pertama atau di Maret, April, dan Mei.

Jadi, selama periode tersebut, unit mobil
yang dimaksud tidak dikenai PPnBM alias 0 persen, karena PPn-nya dibayarkan oleh negara 100 persen.

"Lalu pada kuartal II atau Juni, Juli, Agustus akan turun 50 persen insentifnya. Kemudian, 4 bulan terakhir hingga Desember insentifnya akan diturunkan lagi menjadi hanya 25 persen penurunan PPnBM-nya," papar Sri Mulyani.

Dampak untuk mobkas

Lalu bagaimana imbas relaksasi PPnBM ini bagi penjualan mobil bekas (mobkas)?

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved