Breaking News:

Mensos Risma: Jumlah Penyalahguna Narkoba di Indonesia Setara dengan Satu Kota Surabaya

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan peredaran narkoba di Indonesia masih jadi masalah yang belum terselesaikan sehingga masih berstatus darurat.

TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (3/2/2021). Risma mengatakan, peredaran narkoba di Indonesia masih jadi masalah yang belum terselesaikan sehingga masih berstatus darurat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan peredaran narkoba di Indonesia hingga kini masih jadi masalah yang belum terselesaikan sehingga masih berstatus darurat narkoba.

Dalam pemusnahan barang bukti di kantor Badan Narkotika Nasional ( BNN ) pada Rabu (24/2), dia menyatakan jumlah penyalahguna narkotika hingga tahun 2019 mencapai 3,6 juta jiwa.

"Sampai dengan tahun 2019 ada kurang lebih 3,6 juta korban penyalahguna narkoba. Kalau (jumlah penduduk) kota itu, satu Kota Surabaya," kata Risma di kantor BNN, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (24/2/2021).

Mantan Wali Kota Surabaya itu menyatakan butuh peran semua pihak dalam penanganan peredaran narkoba.

Bukan hanya mengandalkan aparat penegak hukum seperti BNN dan Polri.

Kementerian Sosial yang kini dipimpinnya pun terlibat dalam rehabilitasi penyalahguna narkotika level pemakai agar bebas dari ketergantungan mengkonsumsi narkoba.

Baca juga: Nasib Pilu Pengantin Baru di Bekasi, Terpaksa Gelar Resepsi di Tengah Banjir:Tamu Hadir Cuma 7 Orang

Baca juga: Melihat Asrinya Gang Hijau di RW 02 Pegangsaan Dua, Dari Tanaman Obat hingga Urban Farming

Baca juga: Prediksi Cuaca dari BMKG Besok Kamis, 25 Februari 2021: 2 Wilayah Ini Berpotensi Angin Kencang

"Kita memang harus benar-benar serius menangani ini. Kami di Kemensos ada beberapa balai yang menangani (rehabilitasi) pengguna narkoba ini," ujarnya.

Risma menuturkan para pemakai narkoba bisa lepas dari ketergantungan bila mendapat penanganan tepat dari tenaga ahli sebagaimana yang dilakukan di balai rehabilitasi.

Dia mencontohkan pertemuannya dengan lima remaja saat di satu balai Kementerian Sosial di Kota Mojokerto, saat itu kondisi kelimanya bahkan sulit berbicara karena efek narkoba dikonsumsi.

Menteri Sosial Tri Rismaharini di Balai Rehabilitasi Sosial Pangudi Luhur Bekasi, Jumat (8/1/2021).
Menteri Sosial Tri Rismaharini di Balai Rehabilitasi Sosial Pangudi Luhur Bekasi, Jumat (8/1/2021). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Alhamdulillah setelah satu bulan saya mendapat laporan mereka dirawat di salah satu balai kita dan ternyata saya melihat gelagatnya mereka sudah normal," tuturnya.

Beda dengan bandar yang tidak diperkenankan menjalani rehabilitasi, tersangka penyalahguna narkotika level pemakai dapat menjalani rehabilitasi berdasar pertimbangan penegak hukum.

Baca juga: Tetangga Soroti Perselingkuhan Nissa Sabyan, Orangtua Kena Dampaknya: Malu, Enggak Keluar Rumah!

Hanya saja dalam prosesnya seorang pemakai tidak hanya butuh pendampingan tenaga ahli, tapi juga dukungan pihak keluarga selama proses rehabilitasi agar bebas dari ketergantungan.

"Kita rangkul dan kemudian bagaimana menyelamatkan mereka sehingga mereka bisa terputus dan kemudian mereka bisa hidup normal seperti yang lain," lanjut Risma.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved