Breaking News:

Dedi Mulyadi Sebut Jakarta Bukan Banjir Air, Tapi Banjir Pilpres 2024

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyebut bahwa banjir yang terjadi di Jakarta bukanlah banjir air, melainkan banjir Pemilihan Presiden 2024.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyebut bahwa banjir yang terjadi di Jakarta bukanlah banjir air, melainkan banjir Pemilihan Presiden 2024.

Hal itu diutarakan oleh Kang Dedi, sapaan akrabnya, dalam program Kamar Rosi yang tayang di YouTube KompasTV, Rabu (24/2/2021).

"Di Jakarta itu bukan banjir air, tapi banjir Pilpres 2024. Semua orang, itu yang saya enggak suka. Politisi itu harus punya hati nurani. Enggak boleh juga ketika banjir, itu yang diomongin adalah urusan Pilpres. Gitu loh," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi pun mengibaratkan bila seseorang tidak menyukai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, maka apa pun yang dilakukan oleh sosok tersebut adalah salah dan sebaliknya.

"Gini deh. Kalau yang enggak suka Pak Anies, pokoknya apa pun yang dilakukan Pak Anies salah. Kalau yang suka Pak Anies, apa pun yang dilakukan Pak Anies bener. Ilmiahnya udah enggak ada sehingga jangan-jangan ada yang berdoa biar banjir," ujarnya.

Dedi pun mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersikap dewasa dan fokus terhadap banjir yang terjadi serta tidak dulu membahas terkait Pilpres 2024.

"Jangan-jangan ada yang berdoa biar banjir karena itu komoditi untuk jatuhin lawan politik, untuk bully. Kan urusannya bukan itu. Urusannya adalah yuk kita bersikaplah dewasa. Kalau lagi bencana, udah deh jangan dulu posting tentang elektabilitas capres, elektabilitas partai 2024. Nah emang kalau kita tenggelam, bisa Pilpres 2024? Kan belum tentu," kata Dedi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved