Breaking News:

Kota Bekasi Raih Predikat Kota Toleran ke-10 di Indonesia

Kota Bekasi berhasil meraih predikat kota toleran ke-10, hal ini berdasarkan penilaian yang dilakukan Setara Institute dari 94 kota/kabupaten

Istimewa
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menerima penghargaan indeks kota toleran di Hotel Ashley, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kota Bekasi berhasil meraih predikat kota toleran ke-10, hal ini berdasarkan penilaian yang dilakukan Setara Institute dari 94 kota/kabupaten di Indonesia.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, penyerahan penghargaan indeks kota toleran dilakukan hari ini, Kamis (25/2/2021) di Hotel Ashley, Jakarta Selatan.

"Alhamdulillah, Kota Bekasi mendapatkan nilai 5.330 dan menjadi peringkat ke-10 penghargaan kota toleran 2020," kata Rahmat.

Rahmat menambahkan, penilaian kota toleran dilakukan dengan berbagai indikator. Salah satunya tentang keberagaman dan pengamalam nilai-nilai pancasilan sebagai objek studi toleransi.

"Riset ini juga merupakan kerjasama dan dukungan penuh dari Setara Institute  dengan Kemendagri dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila," ucapnya.

"Artinya penentu sudah bekerja semaksimal mungkin dan memantau mengenai keberagaman jota/kabupaten berdasarkan data riset," tambahnya.

Baca juga: Isak Tangis hingga Penghormatan Anggota TNI Iringi Pengambilan 3 Jenazah Korban Penembakan Bripka CS

Baca juga: Modus Cari Alamat, Seorang Pria Kepergok Warga Saat Mencuri Ponsel di Susukan Ciracas

Baca juga: Sosok Kasir Kafe Korban Penembakan Bripka CS, Pribadi yang Ramah dan Tidak Pernah Marah

Pria yang akrab disapa Pepen mengungkapkan, Kota Bekasi merupakan kota dengan masyarakat yang heterogen. Hal ini menjadi bukti tingkat toleransi di wilayah setempat cukup tinggi.

"Kota Bekasi kembali meraih menjadi Kota Toleran tahun 2020, ini berkat kerjasama seluruh elemen masyarakat yang telah menjadikan Kota Bekasi yang harmonis," ucapnya.

"Tidak membedakan suku, bahasa, budaya dan agama. Ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah ditengah masyarakat sebagai pengayom dan menjadi perekat," tambahnya.

Dia berharap, prestasi ini bisa terus dipertahankan. Sebab, keharmonisan kehidupan suatu kota merupakan cerminan bangsa.

"Seorang pemimpin harus bisa memberikan sebuah harapan dan kepastian, terpenting mari kita pertahankan prestasi ini," tandasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved