Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Saat Komunitas Aku Badut Indonesia Kebanjiran Pelamar, Tapi Gagal Bertahan karena Pandemi Covid-19

Para crew EO mengirimkan pesan melalui Facebook maupun WhatsApp perihal pekerjaan yang bisa mereka lakukan bersama ABI.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Dedy Delon pendiri Yayasan Aku Badut Indonesia (ABI) saat ditemui dikawasan Depok, Jawa Barat, Senin (22/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hingga hari ini, sejumlah orang masih cari lowongan pekerjaan di Yayasan Aku Badut Indonesia (ABI).

ABI merupakan komunitas yang berbadan hukum dan didirikan oleh Dedy atau akrab disapa Dedy Delon.

Mengusung konsep badut modern, ABI mengubah kostum hingga penampilan di atas panggung.

Umumnya, kostum badut hanya bercorak warna-warni.

Melalui ABI, kostum badut dihadirkan dalam versi modern dengan etnik Indonesia berupa pengaplikasian batik, tenun hingga songket pada kostumnya.

Sementara untuk penampilan di atas panggung, tiap badut sudah dibekali kemampuan yang mumpuni.

Sehingga bukan hanya berjoget untuk menghibur, melainkan ada atraksi yang ditampilkan.

Mirisnya, imbas pandemi finansial ABI Pusat yang ada di Jakarta merosot drastis.

Tawaran show yang tak lagi ada, membuat ABI tak lagi memiliki pundi-pundi pemasukan.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved