Breaking News:

SBY Seret Nama Moeldoko, Arief Poyuono Bela Sang Jenderal: Buktinya Surat AHY Tak Dibalas Jokowi

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut nama Kepala Staf Presiden Moeldoko dalam isu kudeta Partai Demokrat.

Twitter SBY, @SBYudhoyono via Tribunnews.com
Presiden SBY memberi ucapan selamat usai lantik Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI pada 30 Agustus 2013. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut nama Kepala Staf Presiden Moeldoko dalam isu kudeta Demokrat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut nama Kepala Staf Presiden Moeldoko dalam isu kudeta Partai Demokrat.

SBY meyakini Moeldoko terlibat dalam kudeta pengambilalihan Partai Demokrat tanpa sepengetahuan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Pernyataan SBY itu mendapatkan tanggapan dari mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

"Saya sih yakin seyakinnya kalau Pak Moeldoko tidak ada niat atau ingin mengambil alih Partai Demokrat," kata Arief ketika dihubungi pada Kamis (25/2/2021).

"Yang mau mengeglar kudeta yang pasti, ya orang internal Demokrat dan mantan orang Demokrat yang tidak suka dengan kemajuan Partai Demokrat saat ini ya," tambah Arief.

Baca juga: Akui Bukan Partai Kaya Raya, SBY ke Moeldoko: Demokrat Not for Sale

Arief menyebut Moeldoko hanya menerima tamu kader-kader Demokrat dan mantan Demokrat yang mengeluh dan kecewa pada kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kalau saya perhatikan ya menerima tamu-tamu tersebut kan bisa di mana saja mau di hotel atau di rumah atau di Kantor KSP."

"Jangan salah loh Pak Moeldoko juga banyak menerima pengurus pengurus parpol lainnya juga," Arief menambahkan.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024.
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Arief juga melihat hal yang dilakukan Moeldoko tidak merugikan nama baik Presiden Jokowi.

Baca juga: Partai Demokrat Digoyang Kudeta, Kegeraman SBY Siap Temui Orang yang Memfitnahnya

Baca juga: Gelisah Soal Kudeta Partai Demokrat, SBY Turun Gunung: yang Dilakukan Moeldoko Sangat Menganggu

Baca juga: Tak Akan Kehilangan Arah, Kata Nissa Sabyan Tanggapi Perebut Ayus Sabyan dari Ririe Fairus

Halaman
1234
Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved