Breaking News:

Waduh, Pendapatan Pajak Parkir DKI Jakarta Merosot 50 Persen, Ini Penyebabnya

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, pendapatan pajak parkir merosot hingga 50 persen di tahun 2020 lalu.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2021). Riza Patria menyebut, pendapatan pajak parkir merosot hingga 50 persen di tahun 2020 lalu. 

Guna mencegah semakin maraknya parkir liar, Ariza menyebut, Pemprov DKI bakal menggencarkan penertiban.

Baca juga: Giliran Wartawan Dapat Jatah Vaksin Covid-19: Pelaksanaan di GBK Sesuai Protokol Kesehatan 

Kendaraan yang kedapatan parkir di tempat yang tidak semestinya pun bakal diderek oleh petugas atau cabut pentil.

"Upaya ini tidak signifikan, karena masih banyak pengendara menggunakan jasa perparkiran liar. Akibatnya bisnis lahan parkir tidak terpantau dengan jelas, jaminan keamanan bagi kendaraan juga tidak ada," tuturnya.

Untuk itu, ia berharap, digitalisasi sistem perparkiran lewat aplikasi JakParkir bisa meminimalisir parkir liar.

Bila parkir liar bisa diminimalisir, maka pendapatan kas daerah juga bisa semakin meningkat. 

Baca juga: 4 Kontrakan di Kelapa Gading Barat Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

"Dengan adanya aplikasi JakParkir diharapkan dapat menjadi solusi bagi varut marut parkir di ibu kota, selain tentu dapat memberikan kenyamanan bagi pengendara, pengelola parkir, baik swasta maupun Pemprov," kata dia. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved