Breaking News:

Arief Poyuono Bicara Isu Kudeta Partai Demokrat: Saya Siap Dah Jadi Penengah SBY-Moeldoko

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengaku siap menjadi penengah dalam isu kudeta Partai Demokrat.

Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara, Ani Yudhoyono memberikan selamat kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru, Letjen TNI Moeldoko (kiri) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2013). Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengaku siap menjadi penengah dalam isu kudeta Partai Demokrat. 

"Sehingga dalam 3 minggu terakhir ini saya sibuk mengurusi itu ya. 3-4 minggu terakhir ini. Sehingga saya ga ngerti tuh perkembangan internal seperti itu, saya pikir sudah selesai," katanya.

Moeldoko memperingatkan pihak-pihak yang menudingnya merencanakan kudeta partai Demokrat, agar tidak terus menekannya.

"Jadi janganlah menekan-nekan saya. Saya diam, jangan menekan-nekan dan saya ingin mengingatkan semuanya ya," katanya.

Menurut Moeldoko apabila terus ditekan ia bisa mengambil sejumlah tindakan untuk meresponnya.

Karena ia sama sekali tidak tahu menahu isu kudeta tersebut.

"Jadi saya berharap jangan menekan saya seperti tadi saya katakan, saya tidak tahu situasi itu, saya pesan seperti itu saja karena saya punya hak seperti apa yang saya yakini. Itu saja makasih," pungkasnya.

SBY Seret Nama Moeldoko

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyikapi hasil rekapitulasi suara nasional Pemilu 2019 yang diumumkan KPU RI.
Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyikapi hasil rekapitulasi suara nasional Pemilu 2019 yang diumumkan KPU RI. (Tangkapan video)

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membenarkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

Surat itu dikirim akibat ada dugaan pelibatan pejabat tinggi pemerintahan yang dekat dengannya mendukung Gerakan Pengambilan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).

"Meskipun Partai Demokrat memiliki keyakinan, setidaknya harapan, bahwa isu keterlibatan pemimpin dan pejabat pemerintahan itu tidak terjadi, dan hal itu boleh jadi hanya merupakan fitnah atau pembusukan politik, secara moral Partai Demokrat memang perlu mengirimkan surat tersebut," ujar SBY, dalam video yang diterima Tribunnews.com, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Ganggu Putri Ketua RW Tanah Abang, Oknum Polisi Dipecat: Indisipliner, Teriak & Merusak Pagar Warga

Baca juga: Belum Selesai Kasus Bripka CS, Giliran Oknum Polisi Disebut Bawa Senpi dan Rusak Rumah Warga

Baca juga: Masih Jalani Isolasi Covid-19, Imam Budi Hartono Dilantik Jadi di Wakil Wali Kota Depok di RS

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved