Sisi Lain Metropolitan

Cerita Detektif Jane, Si Agen Rahasia:Diminta Memata-matai Kekasih di Thailand, Ternyata Transgender

Jane (34), nama samaran, pernah menerima misi yang unik yakni menguntit seorang perempuan hingga ke negeri Gajah Putih, Thailand.

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sosok Jane, agen rahasia dari detektif angel saat ditemui TribunJakarta.com pada Kamis (25/2/2021). Jane (34), nama samaran, pernah menerima misi yang unik yakni menguntit seorang perempuan hingga ke negeri Gajah Putih, Thailand. 

Selain itu, Jane kerapkali mengubah penampilannya sesuai dengan target. Miss Angel sering memintanya untuk mengubah warna rambut.

"Dalam sebulan bisa dua kali ganti warna rambut," terangnya.

Dalam setiap penyamarannya, Jane biasanya didampingi bersama seorang rekan atau tim.

Mayoritas Kasus Perselingkuhan

Sejak 2014, Jane telah menuntaskan beragam kasus. Ia mengaku semua misi yang diberikan berjalan mulus.

Dari sekian banyak kasus yang ditangani, mayoritas karena masalah perselingkuhan. Sisanya, mencari orang hilang atau mengecek latar belakang seseorang.

Kasus perselingkuhannya beraneka macam, mulai dari pasangan lawan jenis hingga sesama jenis.

Pengungkapan kasus yang terakhir disebutkan malah tak jarang dilakukan Jane.

"Kalau target dari pasangan sesama jenis itu banyak. Udah enggak aneh," katanya enteng.

Baca juga: Baru Bersih-bersih Rumah, Warga Kebon Pala Kebanjiran Lagi 1 Meter

Tak hanya di dalam kota, ia kerap ditugasi ke luar kota. Bahkan, Jane juga pernah mengungkap kasus sampai ke Negeri Gajah Putih, Thailand.

Dari banyak kasus perselingkuhan, 80 persen target yang ditangani terbukti memadu kasih dengan pelakor.

Menjadi agen rahasia harus tahan banting. Tak ada batas waktu dalam bekerja. Jane mengaku akan stand by 24 jam. Soalnya, sebuah misi datang tanpa mengenal waktu.

"Saya pernah di-call tengah malam. Udah tidur itu. Saya kerjain enggak boleh enggak. Saya pribadi selalu sigap enggak pernah menolak tugas," terangnya.

Tak ada yang tahu

Jane bercerita pekerjaannya sebagai mata-mata tak diketahui orang lain.

Bahkan, keluarga terdekatnya pun tidak ada yang tahu.

Baca juga: Interpelasi Anies Supaya Warga Jakarta Tahu Apa Sebenarnya Masalah Penanggulangan Banjir

Ia betul-betul menjaga privasinya sebagai agen.

Jane saat ini mengaku masih berstatus single. Kekasihnya juga tak tahu apa pekerjaannya. 

Bila menikah, mungkin pekerjaan ini akan dipertimbangkan lagi.

Secara pribadi, teman-teman dekatnya menilai Jane adalah sosok yang terbuka.

Namun, ketika berada di dunia mata-mata, Jane berubah 180 derajat.

Ia menjadi pribadi yang tertutup.

"Kalau kumpul sama teman-teman saya terbuka. Kalau ditanya kesibukannya, saya jelaskan lagi sibuk jualan online," terangnya.

Baca juga: Ganggu Putri Ketua RW Tanah Abang, Oknum Polisi Dipecat: Indisipliner, Teriak & Merusak Pagar Warga

Selama tujuh tahun bergelut di dunia agen rahasia, Jane menikmatinya. Ia menilai menjadi agen rahasia unik dan berbeda daripada pekerjaan lain.

Ia merasa pekerjaannya ini seperti sedang beraksi di dalam film-film hollywood.

"Kayak di film James Bond atau Charlie Angel's. Karena saya hobi nonton film-film action juga," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved